Jakarta (KABARIN) - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji kembali mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mencegah semakin banyaknya kasus perundungan yang melibatkan anak dan remaja.
Dalam kegiatan Diseminasi Nasional Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025 di Jakarta, Rabu, ia menegaskan bahwa anak tidak seharusnya menjadi pihak yang disalahkan ketika bullying terjadi.
"Kesehatan mental hari ini penting, kasus bullying itu tidak hanya anak-anak, mereka jangan pernah kita salahkan. Saya berpendapat anak tidak pernah bersalah karena itu kesalahan orang tua, ke mana orang tuanya? Apakah mencari duit terus? Apakah mencari duit untuk keluarga kah? Padahal kadang-kadang tidak untuk keluarga," ujarnya.
Dari data terbaru pendataan keluarga, tercatat ada 74.092.313 keluarga di Indonesia, dengan 46.739.887 di antaranya memiliki remaja berusia 10 sampai 24 tahun yang belum menikah. Wihaji menyebut kelompok usia ini rentan mengalami tekanan mental dan rasa kesepian.
"Isu yang sekarang lagi ramai adalah kesehatan mental. Hati-hati, meski ini terlihat sederhana, tetapi hari ini lumayan, mereka yang berusia 10 sampai 24 tahun itu kesepian, ada orang tua seperti tidak ada, punya bapak tetapi seperti tidak punya bapak," katanya.
Ia juga menyoroti fenomena baru di mana remaja kini memiliki apa yang ia sebut sebagai keluarga kedua, yaitu ponsel.
"Apa hasil riset kita? Mereka punya keluarga baru. Umur 10 sampai 24 tahun itu punya keluarga baru. Apa keluarga baru itu? Handphone, sekarang sudah menjadi orang tua mereka, sudah menjadi bapak mereka, hati-hati, ini sederhana tetapi penting," tuturnya.
Untuk meminimalkan potensi bullying maupun kekerasan terhadap anak, Wihaji memastikan Kemendukbangga dan BKKBN akan terus memperkuat program yang berfokus pada perubahan perilaku keluarga, termasuk lewat bina keluarga remaja.
"Ini urusan saya, karena urusan kita di Kemendukbangga/BKKBN adalah mengubah perilaku dan menggerakkan, memang terlihat sederhana, tetapi ini sangat penting," jelasnya.
Sumber: ANTARA