Ancaman bom lewat email, polisi sisir 10 sekolah di Depok

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Ketenangan dunia pendidikan di Kota Depok sempat terusik setelah muncul ancaman bom yang menyasar sejumlah sekolah menengah atas. Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu kekhawatiran di kalangan siswa, orang tua, hingga tenaga pendidik.

Kepolisian membenarkan adanya laporan ancaman bom yang diterima beberapa sekolah di Depok, Jawa Barat. Namun, setelah dilakukan penyisiran menyeluruh, aparat memastikan bahwa ancaman tersebut tidak terbukti.

“Iya betul, saat ini sudah dilakukan penyisiran,” ujar Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, saat dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa.

Menurut Made, hingga kini polisi masih melakukan pengecekan terhadap total 10 sekolah yang menerima ancaman melalui surat elektronik atau email. Dari jumlah tersebut, enam sekolah telah selesai disisir, sementara empat sekolah lainnya masih dalam proses pemeriksaan.

Adapun sekolah yang sempat menjadi sasaran ancaman meliputi SMA Arrahman, SMA Al Mawaddah, SMA Negeri 4 Depok, SMA PGRI 1, SMA Bintara Depok, SMA Budi Bakti, SMA Cakra Buana, SMA Negeri 7 Sawangan, SMA Nururrahman, dan SMAN 6 Depok.

Isu ini semakin menyita perhatian publik setelah beredar video di media sosial Instagram melalui akun @depok24jam, yang memperlihatkan kehadiran aparat kepolisian, termasuk tim Detasemen Gegana Brimob Polri, tengah melakukan pemeriksaan di lingkungan sekolah.

Langkah cepat dan sigap dari pihak kepolisian dilakukan sebagai upaya antisipasi demi memastikan keamanan dan kenyamanan proses belajar-mengajar. Meski ancaman tersebut terbukti palsu, polisi tetap mengimbau pihak sekolah dan masyarakat agar tidak panik serta segera melaporkan jika menerima pesan mencurigakan.

Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa keamanan lingkungan pendidikan menjadi prioritas utama, sehingga setiap laporan ancaman akan ditangani secara serius dan profesional.

Dengan hasil penyisiran sementara yang aman dan terkendali, aktivitas sekolah di Depok diharapkan dapat kembali berjalan normal tanpa rasa khawatir.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka