Prabowo: ASEAN Harus Perkuat Perlindungan Warga dan Suarakan Perdamaian

waktu baca 2 menit

Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian. Tidak akan ada perdamaian tanpa dialog dan kerja sama

Jakarta (KABARIN) - Presiden RI Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguatan kerja sama ASEAN dalam melindungi warga negara serta menjaga stabilitas kawasan di tengah meningkatnya dinamika global.

Dalam sesi pleno KTT ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat, Prabowo menyampaikan bahwa perlindungan warga negara harus menjadi prioritas utama setiap negara anggota ASEAN, terutama bagi mereka yang memiliki warga dalam jumlah besar di luar negeri.

“Perlindungan warga negara kita harus tetap menjadi prioritas utama,” ujar Prabowo.

Ia menilai diperlukan koordinasi yang lebih erat antarnegara ASEAN melalui pendekatan kolektif, khususnya dalam penanganan situasi darurat yang melibatkan warga negara di luar negeri. Indonesia, lanjutnya, siap memperkuat kerja sama tersebut bersama seluruh negara anggota ASEAN.

Selain isu perlindungan warga, Prabowo juga menyoroti pentingnya penghormatan terhadap mandat pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menegaskan bahwa keselamatan personel misi perdamaian harus dihormati oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik.

“Kita telah kehilangan prajurit Indonesia yang bertugas bersama PBB, dan kita menuntut akuntabilitas bahwa tugas-tugas penjaga perdamaian harus dihormati oleh semua pihak,” tegasnya.

Dalam forum yang sama, Prabowo mengapresiasi solidaritas negara-negara ASEAN, termasuk dukungan Singapura yang bersedia membantu proses evakuasi warga negara dalam situasi darurat.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa ASEAN perlu memiliki suara politik kolektif yang kuat dalam merespons pelanggaran hukum internasional serta memperjuangkan perlindungan masyarakat sipil.

“Dalam melindungi warga sipil kita, ASEAN harus berbicara dengan satu suara,” kata Prabowo.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa perdamaian dan dialog merupakan fondasi utama bagi kemakmuran kawasan Asia Tenggara.

“Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian. Tidak akan ada perdamaian tanpa dialog dan kerja sama,” ujarnya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka