istanbul (KABARIN) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan bahwa upaya mengakhiri perang dengan Rusia disebut sudah hampir mencapai garis akhir. Ia menyebut proses menuju kesepakatan damai kini sudah masuk tahap krusial dan hanya menyisakan sebagian kecil lagi.
Dalam pesan video yang diunggah di Telegram pada Rabu malam, Zelenskyy mengatakan pembicaraan damai tersebut sudah berjalan sekitar 90 persen. Menurutnya, sisa proses yang ada justru menjadi bagian paling menentukan bagi masa depan Ukraina dan kawasan Eropa.
"Sepuluh persen masih tersisa. Dan itu jauh lebih dari sekadar angka. Itulah 10 persen yang akan menentukan nasib perdamaian, nasib Ukraina, dan Eropa," ujarnya.
Meski begitu, Zelenskyy menegaskan Ukraina tidak akan asal menerima kesepakatan hanya demi menghentikan perang. Ia menekankan bahwa perdamaian yang diinginkan adalah perdamaian yang adil dan tidak mengorbankan kedaulatan negara.
"Kami ingin perang berakhir, bukan Ukraina yang diakhiri," katanya.
Ia juga mengakui bahwa konflik yang sudah berlangsung hampir empat tahun itu sangat menguras tenaga dan emosi rakyat Ukraina. Namun, menurutnya, kelelahan tersebut tidak membuat negaranya goyah dalam memperjuangkan posisi yang adil di meja perundingan.
Zelenskyy menegaskan dirinya tidak akan meneken perjanjian yang justru merugikan Ukraina atau hanya menunda konflik di kemudian hari. Ia menilai kesepakatan yang rapuh justru berpotensi memicu perang baru.
"Tanda tangan saya akan dibubuhkan pada kesepakatan yang kuat," ujarnya.
Saat ini, seluruh upaya diplomasi Ukraina disebut difokuskan untuk memastikan kesepakatan akhir benar-benar mampu menghentikan perang secara permanen dan memberi jaminan keamanan bagi masa depan negara tersebut.
Sumber: ANAD