Rutinitas Sehari-hari yang Diam-diam Bikin Hormon Stres Naik Terus

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kebiasaan yang dilakukan setiap hari tanpa disadari bisa membuat hormon kortisol terus aktif. Kondisi ini berisiko memicu stres berkepanjangan, rasa gelisah, sampai kelelahan emosional yang sulit diatasi.

Mengutip laporan Hindustan Times pada Jumat (2/1), dokter spesialis anestesi dan manajemen nyeri Kunal Sood menjelaskan bahwa banyak rutinitas harian yang dapat mengganggu keseimbangan kortisol. Kortisol sendiri dikenal sebagai hormon stres yang berperan penting dalam membantu tubuh merespons tekanan.

"Kortisol membantu Anda mengatasi stres, tetapi kebiasaan sehari-hari dapat membuat kadarnya tetap tinggi atau mengganggu ritme normalnya. Hal ini dapat memengaruhi tidur, metabolisme, suasana hati, dan pemulihan. Peningkatan kortisol sering kali berasal dari berbagai stres harian," ujar Dr Kunal Sood.

Berikut kebiasaan-kebiasaan sehari-hari yang menurut Dr Kunal Sood dapat memicu naiknya hormon stres di dalam tubuh.

Kurang tidur

Tidur cukup berperan penting menurunkan kadar kortisol pada malam hari. Saat waktu istirahat kurang, hormon stres justru meningkat dan membuat tubuh lebih mudah lelah serta sulit fokus keesokan harinya.

Olahraga berlebihan

Aktivitas fisik memang baik untuk kesehatan, namun olahraga yang terlalu berat tanpa jeda pemulihan justru bisa berdampak negatif. Kondisi ini membuat kortisol tetap tinggi dan mengacaukan sistem respons stres tubuh.

"Olahraga meningkatkan kortisol secara singkat, lalu seharusnya kembali normal. Ketika latihan melebihi pemulihan, ritme kortisol menjadi tidak normal, mencerminkan disfungsi sumbu HPA, bukan adaptasi yang sehat," kata Dr Sood.

Konsumsi kafein berlebihan

Kafein bersifat stimulan yang dapat meningkatkan kewaspadaan dengan cara menaikkan kadar kortisol. Jika dikonsumsi terlalu banyak, apalagi saat tubuh sudah berada dalam kondisi stres, efeknya bisa membuat tubuh semakin tegang dan sulit rileks.

Melewatkan waktu makan

Selain memengaruhi metabolisme, kebiasaan sering melewatkan waktu makan terutama sarapan dapat mendorong naiknya kortisol. Tubuh akan meningkatkan hormon stres untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

"Kortisol meningkat untuk menjaga kadar glukosa darah, dan kebiasaan sering melewatkan makan mengubah ritme kortisol normal," jelasnya.

Terlalu lama menatap layar

Paparan layar gawai dalam waktu lama juga bisa mengganggu ritme alami kortisol. Cahaya biru dari layar berpotensi menekan produksi melatonin, membuat kualitas tidur menurun, dan secara tidak langsung menjaga hormon stres tetap tinggi hingga malam hari.

"Cahaya biru mengganggu ritme sirkadian, menekan melatonin, memperburuk kualitas tidur, dan secara tidak langsung meningkatkan kortisol pada malam hari," kata Dr Sood.

Dengan mengurangi kebiasaan-kebiasaan tersebut, keseimbangan hormon stres dapat lebih terjaga dan kesehatan mental pun ikut membaik.

Sumber: HindustanTimes

Bagikan

Mungkin Kamu Suka