Teknologi Masa Depan: Implan Otak Neuralink Segera Diproduksi Besar-besaran

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Perusahaan rintisan antarmuka otak–komputer Neuralink terus melangkah lebih jauh dalam mengembangkan teknologi masa depan. Setelah beberapa tahun menjalani uji coba terbatas, ambisi perusahaan milik Elon Musk ini kini memasuki fase baru: produksi massal implan otak–komputer.

CEO Neuralink, Elon Musk, mengungkapkan bahwa perusahaan berencana memulai produksi dalam jumlah besar pada tahun ini. Langkah tersebut menjadi tonggak penting untuk memperluas pemanfaatan teknologi antarmuka otak–komputer ke lebih banyak pengguna, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

Dalam unggahan di platform X, Musk menjelaskan bahwa Neuralink menargetkan prosedur operasi yang lebih sederhana dan hampir sepenuhnya otomatis pada 2026. Salah satu terobosan terbesarnya adalah desain implan yang dapat menembus dura mater, lapisan pelindung terluar otak, tanpa perlu mengangkatnya.

Dura mater berfungsi melindungi otak dari infeksi dan cedera fisik. Dengan teknologi baru ini, proses pemasangan implan diharapkan menjadi lebih aman, cepat, dan minim risiko.

Implan Neuralink dikembangkan untuk membantu individu dengan kondisi medis serius, seperti cedera tulang belakang atau kelumpuhan berat. Melalui chip otak ini, pengguna dapat berinteraksi langsung dengan perangkat digital hanya lewat sinyal otak.

Pasien dapat bermain gim video, menjelajah internet, menulis unggahan media sosial, hingga mengendalikan kursor komputer tanpa menggerakkan tubuh. Teknologi ini menghadirkan kemungkinan baru dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas.

Pada November lalu, Neuralink mengumumkan telah menanamkan chip otak pada 12 orang dengan kelumpuhan berat. Pasien pertama, Noland Arbaugh, mengaku implan tersebut memungkinkannya bermain Mario Kart, mengontrol televisi, dan mengoperasikan peralatan rumah tangga hanya dengan pikirannya.

Pengalaman ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi antarmuka otak–komputer bukan lagi sekadar konsep futuristik.

Elon Musk juga menyampaikan keyakinannya bahwa Neuralink berpotensi memulihkan fungsi tubuh secara penuh. Menurutnya, teknologi ini mampu menjembatani komunikasi dari korteks otak, melewati saraf yang rusak di leher atau tulang belakang.

Teknologi korteks motorik Neuralink pertama kali diperkenalkan pada 2022. Chip bernama N1 ini memiliki 1.024 elektroda yang terhubung ke otak melalui 64 benang ultra-tipis, memungkinkan transmisi sinyal saraf dengan presisi tinggi.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka