IHSG Catat Rekor Baru Didukung Data Ekonomi yang Stabil

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup menguat pada level tertinggi sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia pada Senin sore. Kenaikan ini sejalan dengan kondisi ekonomi domestik yang stabil.

IHSG melonjak 111,06 poin atau 1,27 persen ke posisi 8.859,19. Sementara itu, indeks LQ45 yang terdiri dari 45 saham unggulan naik 7,77 poin atau 0,91 persen ke posisi 859,77.

“Penguatan IHSG sejalan dengan bursa regional Asia dan juga dukungan katalis positif rilis data ekonomi dalam negeri, dimana posisi neraca perdagangan Indonesia bulan November 2025 mencatatkan surplus dan inflasi terjaga,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar 2,66 miliar dolar AS, sementara inflasi Desember 2025 tercatat 0,64 persen month-to-month dan 2,92 persen year-on-year. Laju inflasi sepanjang 2025 diperkirakan tetap terjaga dalam target Bank Indonesia sebesar 1,5-3,5 persen.

Di level global, para investor tampak lebih fokus pada data positif daripada kekhawatiran geopolitik usai serangan AS ke Venezuela. Survei swasta dari China menunjukkan aktivitas bisnis di negara tersebut tetap ekspansif untuk bulan ketujuh berturut-turut meski sedikit menurun dari 52,1 ke 52,0 pada Desember 2025.

Data ini juga menandakan sektor jasa lebih kuat dan produksi pabrik kembali meningkat. Presiden China Xi Jinping bahkan mengisyaratkan kebijakan makro lebih proaktif di 2026 untuk menjaga momentum pertumbuhan sekitar 5 persen pada 2025.

IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona hijau sepanjang perdagangan hingga penutupan sesi kedua. Dari sisi sektoral, sepuluh sektor mencatatkan penguatan, dipimpin transportasi & logistik yang naik 2,21 persen, diikuti barang baku 2,08 persen dan energi 1,76 persen. Sementara sektor teknologi menjadi satu-satunya yang turun 0,50 persen.

Saham yang paling naik antara lain AHAP, BIPI, FIRE, CPRO, dan YOII. Sedangkan saham yang melemah cukup signifikan adalah KLAS, MPXL, UNIQ, EMDE, dan NINE. Frekuensi perdagangan tercatat 4.010.984 kali dengan total 70,26 miliar lembar saham diperdagangkan senilai Rp30,32 triliun. Sebanyak 446 saham naik, 246 turun, dan 114 tidak bergerak.

Bursa regional Asia sore ini juga menguat, termasuk Nikkei yang naik 2,97 persen ke 51.832,80, Hang Seng naik 0,03 persen ke 26.347,24, Shanghai menguat 1,38 persen ke 4.023,41, dan Strait Times naik 0,52 persen ke 4.680,50.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka