Taiwan Catat 2,63 Juta Serangan Siber Per Hari dari China Sepanjang 2025

waktu baca 2 menit

Tokyo (KABARIN) - Taiwan mencatat ada rata-rata 2,63 juta upaya serangan siber per hari yang berasal dari China sepanjang 2025, naik sekitar enam persen dibanding tahun sebelumnya.

Menurut laporan Biro Keamanan Taiwan, sebagian besar serangan ini menargetkan infrastruktur penting, termasuk sektor energi, layanan darurat, dan rumah sakit yang kena dampak paling besar.

Aktivitas peretasan ini dinilai sengaja dilakukan untuk melemahkan sistem kritis Taiwan dan mengganggu aktivitas pemerintahan maupun kehidupan masyarakat di pulau tersebut. Biro Keamanan menambahkan kalau serangan siber sering terjadi bersamaan dengan tekanan politik dan gerakan militer.

Serangan dari China meningkat saat Taiwan mengadakan upacara besar, mengumumkan kebijakan penting, atau ketika pejabat senior berkunjung ke luar negeri. Puncaknya terjadi Mei 2025, bertepatan dengan satu tahun pelantikan Presiden Lai Ching-te, dan kembali melonjak pada November saat Wakil Presiden Hsiao Bi-khim jalan-jalan ke Eropa.

Beijing sebelumnya menilai Lai dan Hsiao sebagai tokoh separatis dan menegaskan bahwa Taiwan adalah bagian dari wilayahnya, bahkan siap menggunakan kekuatan jika dianggap perlu.

Pekan lalu, militer China menggelar latihan besar di sekitar Taiwan sebagai “peringatan keras” terhadap separatisme dan campur tangan pihak luar. Pemerintah Taiwan menyebut latihan itu juga dibarengi kampanye disinformasi.

Media China menayangkan video yang diklaim sebagai rekaman drone di sekitar Taipei 101, tapi Kementerian Pertahanan Taiwan membantah dan menilai itu bagian dari “taktik perang kognitif”.

Di sisi lain, rumor daring soal Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo sedang cuti selama latihan juga dibantah otoritas setempat.

Sumber: KYO

Bagikan

Mungkin Kamu Suka