Kenali Post Holiday Blues yang Sering Melanda Setelah Liburan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Psikolog klinis Virginia Hanny, M.Psi., menjelaskan bahwa fenomena post holiday blues bisa terjadi pada siapa saja, baik pekerja maupun pelajar, setelah periode libur atau perayaan selesai.

“Penelitian menunjukkan kondisi ini muncul karena peralihan dari aktivitas yang menyenangkan ke rutinitas sehari-hari, dan memang bisa dialami anak sekolah, mahasiswa, maupun orang kantoran,” kata Virginia saat dihubungi dari Jakarta, Senin.

Beberapa tanda post holiday blues antara lain merasa sedih, murung, atau hampa tanpa alasan jelas, motivasi menurun untuk kembali ke sekolah atau kantor, mudah lelah, lesu, kesulitan fokus, gangguan tidur, mudah tersinggung, merasa cemas menghadapi kewajiban, hingga rasa tidak siap menghadapi rutinitas lagi.

Virginia menekankan kondisi ini bukan gangguan mental, melainkan respons alami tubuh dan pikiran terhadap perubahan rutinitas. Umumnya post holiday blues masih dianggap normal jika berlangsung beberapa hari sampai satu-dua minggu, karena seiring waktu mood dan energi akan kembali menyesuaikan dengan aktivitas harian.

Meski begitu, dia mengingatkan agar waspada jika gejala bertahan lebih dari dua minggu. Dalam kondisi seperti itu disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog, psikiater, atau profesional kesehatan mental lain yang kompeten.

“Tidak ada patokan pasti sampai kapan post holiday blues akan berlangsung. Namun jika gejala semakin berat dan mulai mengganggu aktivitas sekolah atau kerja, bisa jadi ini sudah melewati batas post holiday blues biasa,” ujar Virginia.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka