Maduro Bantah Semua Dakwaan di Pengadilan New York

waktu baca 2 menit

Tokyo (KABARIN) - Pemimpin Venezuela Nicolas Maduro mengaku tidak bersalah atas seluruh dakwaan yang menjeratnya dalam persidangan pertama di pengadilan New York, Senin.

Maduro menghadapi tuduhan konspirasi narkoba, terorisme, dan kepemilikan senjata api. Melalui penerjemah, ia menegaskan bahwa ia masih menjabat sebagai presiden Venezuela.

“Saya tidak bersalah. Saya seorang pria yang baik,” ujar Maduro.

Tak hanya Maduro, sang istri, Cilia Flores, juga menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan pidana yang menimpanya.

Pasangan ini dijadwalkan kembali ke pengadilan pada 17 Maret mendatang.

Sementara itu di Venezuela, Delcy Rodriguez resmi menjabat sebagai presiden sementara setelah dilantik, menyusul operasi militer AS yang menahan Maduro dan istrinya pada Sabtu lalu. Rodriguez menyebut intervensi itu sebagai “agresi militer yang tidak sah terhadap tanah air kita” dan mengaku prihatin atas “penculikan dua pahlawan yang saat ini tengah disandera”.

Mahkamah Agung Venezuela sebelumnya memerintahkan Rodriguez untuk mengambil alih kekuasaan sementara Maduro. Penangkapan pasangan tersebut oleh personel AS memicu pertanyaan tentang legalitas operasi itu menurut hukum internasional.

Dalam respons global, Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat pada Senin, dengan China dan Rusia mengecam operasi AS di Venezuela. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinannya soal prinsip hukum internasional yang tidak dihormati.

“Saya sangat prihatin bahwa prinsip-prinsip hukum internasional tidak dihargai,” ujar Guterres. Ia memperingatkan bahwa langkah AS ini bisa menjadi preseden buruk karena Piagam PBB melarang “ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap kesatuan wilayah atau kemerdekaan negara manapun”.

Di Amerika Serikat, respons masyarakat terbagi. Survei The Washington Post menunjukkan 40 persen mendukung penangkapan Maduro oleh Trump, sementara 42 persen menolak langkah tersebut.

Sumber: KYO

Bagikan

Mungkin Kamu Suka