Moskow (KABARIN) - Tujuh tentara Amerika Serikat mengalami luka saat operasi untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, menurut laporan Fox News yang mengutip seorang pejabat AS yang tidak ingin disebut namanya.
Dari tujuh personel itu, lima sudah bisa kembali bertugas, sementara dua lainnya masih harus menjalani pemulihan.
Presiden AS Donald Trump menyatakan semua warga Amerika yang cedera dalam operasi tersebut berada dalam kondisi baik. Meski begitu, jumlah pasti korban dan seberapa parah lukanya belum diumumkan secara resmi.
Maduro dan istrinya, Cilia Flores, juga dilaporkan mengalami cedera ringan ketika mereka terbentur dinding atau pintu saat dibawa keluar dari kediaman oleh pasukan AS, menurut NBC yang mengutip sumber yang mengetahui kejadian.
Cedera itu terjadi sebelum pasangan presiden itu berinteraksi dengan Pasukan Khusus Delta AS. Sumber menyebutkan keduanya hanya mengalami memar dan benturan kecil, yang kemungkinan akibat terbentur pintu atau dinding.
Setelah itu, pasangan tersebut sempat diperiksa medis di pesawat sebelum diterbangkan ke New York untuk menghadapi proses hukum AS atas tuduhan “narko-terorisme”.
Pada Senin 5 Januari, Mahkamah Agung Venezuela menunjuk sementara Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai pengganti Maduro, dan ia resmi dilantik di hadapan Majelis Nasional.
Sumber: SPU