Beijing (KABARIN) - Presiden China Xi Jinping bertemu dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Beijing untuk menegaskan stabilitas hubungan kedua negara.
"China selalu memandang hubungannya dengan Korea Selatan sebagai hal yang penting dalam diplomasi bertetangga dan kebijakan China terhadap Korea Selatan terus mempertahankan kontinuitas dan stabilitas," kata Presiden Xi dalam rilis tertulis di laman Kementerian Luar Negeri China seperti diakses di Beijing, Selasa.
Pertemuan berlangsung di Balai Besar Rakyat di Beijing pada Senin malam.
Sebelum pertemuan bilateral, Presiden Xi didampingi istrinya Peng Liyuan, mengadakan upacara penyambutan untuk Presiden Lee Jae Myung dan Ibu Kim Hye Kyung di Aula Utara Gedung Agung Rakyat.
Saat Presiden Lee Jae Myung tiba, barisan tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) memberi hormat dan lagu kebangsaan kedua negara juga dimainkan sementara tembakan meriam 21 kali dilepaskan di Lapangan Tiananmen.
Presiden Xi mengatakan China dan Korsel harus meningkatkan intensitas pertukaran pejabat tinggi.
"China siap bekerja sama dengan Korsel untuk mengarahkan jalannya kerja sama, mempromosikan hasil yang saling menguntungkan, serta memajukan kemitraan kerja sama strategis China-Korea Selatan di jalur pembangunan yang sehat, sehingga bermanfaat nyata bagi kedua bangsa dan memberi energi positif ke dalam perdamaian dan pembangunan kawasan yang lebih luas," tambah Presiden Xi.
Ia menekankan bahwa China dan Korsel menghargai perdamaian dan menjunjung tinggi harmoni, melampaui perbedaan dalam sistem sosial dan ideologi, serta mencapai kesuksesan bersama dan kemajuan bersama.
"Kedua negara harus meneruskan tradisi yang baik ini, terus meningkatkan saling percaya, menghormati pilihan jalur pembangunan masing-masing, mengakomodasi kepentingan inti dan kekhawatiran masing-masing, dan tetap berkomitmen untuk menyelesaikan perbedaan dengan tepat melalui dialog dan konsultasi," tambah Presiden Xi.
China dan Korsel memiliki hubungan ekonomi yang erat, rantai industri dan pasokan yang terintegrasi, serta kerja sama yang saling menguntungkan.
"Kedua negara harus mendorong sinergi yang lebih besar antara strategi pembangunan, memperkuat koordinasi kebijakan, memperbesar kue kepentingan bersama, dan menghasilkan lebih banyak kerja sama di bidang-bidang baru seperti kecerdasan buatan, industri hijau, dan perekonomian untuk warga senior," ungkap Presiden Xi.
Presiden Xi juga mengusulkan untuk meningkatkan pertukaran antarmasyarakat dan mengintensifkan interaksi di bidang kepemudaan, media, olahraga, dan lembaga penelitian agar hubungan bilateral akan mendapat dukungan publik yang kuat.
"China dan Korea Selatan memikul tanggung jawab penting dalam menjaga perdamaian regional dan mempromosikan pembangunan global. Setelah mendapat manfaat dari globalisasi ekonomi, China dan Korsel harus bersama-sama menentang proteksionisme, mempraktikkan multilateralisme sejati, dan berkontribusi untuk membangun dunia multipolar yang setara," kata Presiden Xi.
Presiden Lee Jae Myung mengatakan sejak terjalinnya hubungan diplomatik, kedua negara telah membina hubungan kerja sama yang erat dengan hasil yang bermanfaat.
"Korea Selatan sangat mementingkan hubungannya dengan China. Dengan memanfaatkan kunjungan kenegaraan pertama di tahun baru ini, Korsel siap untuk memperkuat momentum pemulihan penuh hubungan bilateral, mencari titik temu dalam perbedaan, memperdalam kemitraan kerja sama strategis Korsel-China dan bekerja sama dengan China untuk membuka prospek baru hubungan bilateral," kata Presiden Lee.
Korsel menghormati kepentingan inti dan perhatian utama China dan tetap berkomitmen pada sikap "Satu China".
"Kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Korsel dan China telah berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial masing-masing pihak sehingga kedua negara harus mendorong pertukaran antarmasyarakat dan meningkatkan pemahaman dan saling percaya," tambah Presiden Lee.
Korsel juga siap memperkuat koordinasi multilateral dengan China untuk berkontribusi pada kemakmuran dan pembangunan dunia.
Setelah pembicaraan, kedua kepala negara menyaksikan penandatanganan 15 dokumen kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, lingkungan ekologi, transportasi, ekonomi dan perdagangan, dan lainnya.
Pada malam harinya, Presiden Xi Jinping dan Ibu Peng Liyuan menyelenggarakan jamuan makan malam penyambutan untuk Presiden Lee Jae Myung dan Ibu Kim Hye Kyung di Aula Emas Gedung Agung Rakyat.
Sumber: ANTARA