Jakarta (KABARIN) - Sterilisasi kucing kerap jadi pilihan banyak pemilik untuk mengendalikan perilaku birahi sekaligus menjaga kesehatan hewan peliharaan kesayangan. Meski begitu, masih banyak yang ragu karena belum benar-benar paham bagaimana proses sterilisasi dilakukan, mulai dari persiapan hingga masa pemulihan.
Padahal, dengan memahami alur prosedurnya, kamu bisa lebih tenang saat memutuskan mensteril kucing demi kesejahteraannya dalam jangka panjang. Berikut ini rangkuman lengkap tahapan prosedur sterilisasi kucing, dari sebelum operasi sampai perawatan setelahnya.
Prosedur sterilisasi pada kucing
Sterilisasi atau pengebirian adalah tindakan pembedahan untuk menghentikan kemampuan reproduksi kucing. Pada kucing betina, ada dua metode yang umum dilakukan. Pertama, ovariohisterektomi, yaitu pengangkatan rahim dan ovarium. Kedua, ovariektomi, yang hanya mengangkat ovarium. Kedua prosedur ini dilakukan dengan anestesi umum agar kucing tidak merasakan nyeri selama operasi.
Sebelum tindakan, dokter hewan akan memeriksa kondisi kesehatan kucing secara menyeluruh. Dalam beberapa kasus, dokter juga menyarankan pemeriksaan tambahan seperti tes darah untuk memastikan kucing aman menjalani anestesi.
Durasi operasi bervariasi, mulai dari sekitar 15 menit hingga satu jam, tergantung ukuran tubuh kucing dan teknik yang digunakan. Secara keseluruhan, termasuk persiapan dan pemulihan awal, proses sterilisasi biasanya memakan waktu sekitar dua hingga tiga jam. Di beberapa klinik, sterilisasi juga bisa dilakukan dengan metode laparoskopi yang menggunakan sayatan lebih kecil sehingga pemulihannya cenderung lebih cepat.
Pada kondisi tertentu, dokter hewan dapat menyarankan kucing menjalani rawat inap semalam untuk pemantauan dan pengelolaan rasa nyeri. Setelah operasi, kucing biasanya terlihat sempoyongan atau kurang stabil akibat efek anestesi, sehingga akan diberikan obat pereda nyeri untuk membantu kenyamanannya.
Persiapan sebelum sterilisasi
Jika setelah sterilisasi kucing akan mengonsumsi jenis makanan yang berbeda, sebaiknya mulai diperkenalkan sejak sebelum tindakan. Campurkan sedikit makanan baru dengan makanan lama, lalu tingkatkan porsinya secara bertahap.
Langkah ini penting karena sebagian kucing cukup sensitif terhadap perubahan pola makan. Transisi yang perlahan bisa membantu mengurangi stres dan risiko gangguan pencernaan.
Hari pelaksanaan sterilisasi
Karena sterilisasi dilakukan dengan anestesi umum, kucing perlu dipuasakan beberapa jam sebelum operasi. Durasi puasa akan ditentukan oleh dokter hewan, sehingga kamu perlu mengikuti arahan yang diberikan agar proses anestesi berjalan dengan aman dan lancar.
Perawatan setelah sterilisasi
Setelah operasi, dokter hewan akan menjelaskan apakah kucing perlu menggunakan alat bantu seperti kerah pelindung atau corong untuk mencegahnya menjilati area luka, yang bisa memicu iritasi atau infeksi.
Dokter juga akan memberi tahu kapan kucing boleh kembali makan dan minum. Pastikan air bersih selalu tersedia dan mudah dijangkau dari tempat istirahatnya. Umumnya, kucing akan terlihat mengantuk selama beberapa jam akibat efek anestesi.
Namun, pada keesokan harinya, sebagian besar kucing sudah mulai kembali aktif. Jika setelah operasi kucing terlihat sangat lemas, tidak responsif, atau terlalu pendiam, sebaiknya segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Dengan perawatan yang tepat, proses pemulihan pasca-sterilisasi biasanya berjalan lancar dan kucing bisa kembali beraktivitas seperti biasa.
Sumber: ANTARA