Ahli Neurologi Bagikan Kebiasaan Kecil yang Besar Manfaatnya untuk Otak

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Mengadopsi kebiasaan sehat menjadi jalan yang bermanfaat menuju pengembangan diri. Dengan tujuan terkait kesehatan mental, ahli neurologi membagikan rekomendasi berbasis kebiasaan yang dapat membantu mendukung kesehatan otak.

Dilansir dari hindustantimes, Selasa (6/1) waktu setempat, Ketua dan Direktur Grup Neurologi di Rumah Sakit Yatharth Dr. Kunal Bahrani mencatat banyak kekhawatiran sehari-hari, seperti konsentrasi yang buruk, sering lupa, ketidakstabilan emosi, dan kelelahan mental, terkait erat dengan bagaimana otak didukung setiap hari.

“Namun, kesehatan otak dapat dibentuk oleh kebiasaan yang konsisten dan didorong oleh gaya hidup yang memengaruhi kognisi, suasana hati, dan ketahanan dari waktu ke waktu,” kata Bahrani.

Dr. Bahrani membagikan paparan cahaya alami di pagi hari adalah salah satu cara paling sederhana namun paling efektif untuk mendukung kesehatan otak. Ini membantu menyinkronkan siklus tidur-bangun, meningkatkan kewaspadaan di siang hari, dan mendukung kualitas tidur yang lebih baik di malam hari.

Dr. Bahrani menekankan bahwa momen singkat yang dihabiskan duduk di dekat jendela atau berjalan-jalan pagi di luar ruangan dapat membuat perbedaan besar.

Dalam hal melakukan pekerjaan, Bahrani menyarankan untuk tidak lagi melakukannya secara multitasking, namun berfokus pada satu tugas.

Ia menjelaskan multitasking yang sering dilakukan memberikan beban kognitif yang berat pada otak, mengurangi efisiensi dan melemahkan rentang perhatian seiring waktu.

“Berfokus pada satu tugas dalam satu waktu memungkinkan jaringan saraf yang terkait dengan konsentrasi dan memori untuk berfungsi lebih efektif,” tambahnya.

Untuk menanamkan kebiasaan fokus, Bahrani menyarankan untuk mengatur blok kerja yang terstruktur, berhenti sejenak secara sengaja sebelum memulai tugas dan meminimalkan gangguan latar belakang.

Lakukan juga kebiasaan menulis untuk memberi otak cara mengatur informasi dan mengatur respons emosional. Menulis juga terbukti mengurangi stres dan meningkatkan pengaturan emosi.

Sertakan juga gerakan fisik teratur seperti berjalan kaki, yoga, atau peregangan karena mendukung kesehatan otak dan kesejahteraan emosional. Bahrani mengatakan gerakan mendukung kesehatan otak dengan meningkatkan aliran darah dan mendorong pelepasan neurokimia yang terlibat dalam pembelajaran dan memori.

Hal lain untuk mendapatkan kesehatan secara keseluruhan yang baik adalah waktu tidur karena memainkan peran utama dalam konsolidasi memori, pemrosesan emosi, dan pemulihan neurologis. Pola tidur yang tidak teratur dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, motivasi rendah, dan peningkatan sensitivitas emosional.

Batasi juga paparan digital sebelum tidur untuk membantu otak memulihkan rentang perhatian dan mendukung keseimbangan kognitif. Bahrani juga menyarankan untuk memberikan jeda harian untuk mengurangi stres dan mengelola tuntutan emosional dengan lebih baik.

“Praktik sederhana seperti pernapasan lambat, jeda penuh kesadaran sebelum bereaksi, atau menghabiskan waktu di lingkungan sosial yang mendukung membantu menggeser sistem saraf ke arah keadaan yang lebih tenang, meningkatkan stabilitas emosional dan pengambilan keputusan,” katanya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka