Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa superflu merupakan ancaman baru yang tingkat bahayanya melampaui COVID-19 dan perlu diwaspadai masyarakat.
Namun klaim itu tidak sepenuhnya benar.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan superflu adalah influenza A H3N2 subclade K yang sebenarnya sudah lama dikenal di dunia medis.
Menurutnya, virus tersebut memiliki karakter seperti flu pada umumnya dan tidak bersifat mematikan seperti COVID-19 atau tuberkulosis.
"Jadi nggak usah khawatir bahwa ini seperti COVID-19 mematikannya. Tidak. Ini adalah flu biasa. Influenza H3N2," kata Budi, dikutip dari ANTARA.
Ia menambahkan bahwa influenza memang bisa menyerang berulang, sama seperti flu musiman yang sering terjadi setiap tahun.
Di negara dengan empat musim, kasus flu biasanya melonjak saat musim dingin. Sementara di Indonesia, peningkatannya cenderung lebih landai dan tidak terlalu ekstrem.
Meski tidak tergolong berbahaya, masyarakat tetap diimbau menjaga kondisi tubuh dengan cukup istirahat, rutin berolahraga, dan mempertahankan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.