Dubai Diyakini Nyaman dan Bersahabat untuk Liburan Wisatawan Indonesia

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Otoritas pariwisata Dubai menegaskan kota tersebut menjadi tujuan wisata yang aman dan ramah bagi pelancong asal Indonesia. Nilai keramahtamahan, rasa saling menghormati, serta kemudahan akses disebut menjadi fondasi utama Dubai dalam menyambut wisatawan dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Asia Pasific Region, International Operations at Dubai Corporation for Tourism and Commerce Marketing bagian dari Dubai Department of Economy and Tourism, Shahab Shayan, menyampaikan bahwa karakter Dubai sangat dekat dengan preferensi wisatawan Indonesia.

"Dubai berakar pada keramahtamahan, rasa saling menghormati, dan aksesibilitas, yaitu nilai-nilai yang dekat dengan wisatawan Indonesia," kata Shahab Shayan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, Dubai terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pelancong Indonesia yang mengutamakan rasa aman, biaya perjalanan yang terjangkau, pengalaman budaya, serta ketersediaan fasilitas ramah Muslim. Latar belakang budaya Islam yang kuat membuat wisatawan Indonesia merasa lebih akrab, ditambah pilihan kuliner halal, fasilitas ibadah, serta norma sosial yang santun di tengah suasana kota yang modern dan multikultural.

Dari sisi sosial, keberagaman juga menjadi nilai plus. Dubai dihuni oleh hampir 200 kebangsaan, termasuk puluhan ribu warga Indonesia yang menetap di Uni Emirat Arab. Kehadiran komunitas ini turut menciptakan suasana yang lebih hangat bagi wisatawan Indonesia saat berkunjung.

Soal keamanan, Dubai mencatat reputasi positif di tingkat global. Kota ini menempati posisi ketiga sebagai kota teraman di dunia versi Numbeo tahun 2025, serta dinobatkan sebagai kota teraman bagi wisatawan perempuan yang bepergian sendiri oleh InsureMyTrip. Citra ini dinilai penting untuk menarik wisatawan keluarga maupun mereka yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Dubai.

Shayan juga menyoroti kemudahan akses menuju Dubai. Bandara Internasional Dubai tercatat sebagai bandara tersibuk di dunia untuk penumpang internasional, dengan koneksi ke ratusan destinasi global. Penerbangan langsung dari Indonesia pun tersedia setiap hari, dengan rute dari Jakarta dan Bali yang dilayani maskapai Emirates.

Untuk meningkatkan kenyamanan, Dubai mulai menerapkan sistem check-in hotel tanpa kontak. Melalui layanan ini, wisatawan dapat melakukan proses registrasi secara digital sebelum tiba, sehingga bisa langsung menuju kamar tanpa antre di meja resepsionis.

Menurutnya, berbagai inovasi tersebut menjadi bukti keseriusan Dubai dalam menghadirkan pengalaman liburan yang praktis, aman, dan efisien bagi para tamu.

Data terbaru dari Dubai Department of Economy and Tourism mencatat sepanjang Januari hingga November 2025, Dubai menerima 17,55 juta wisatawan internasional yang menginap. Jumlah tersebut meningkat sekitar lima persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari angka itu, sekitar 1,6 juta wisatawan berasal dari kawasan Asia Timur Laut dan Asia Tenggara, menandakan semakin kuatnya daya tarik Dubai di pasar Asia.

Meski angka wisatawan Indonesia tidak dirinci secara khusus, Shayan menilai wisatawan asal Indonesia termasuk yang paling aktif di kawasan Asia. Tren perjalanan lintas generasi dan durasi liburan yang lebih panjang bersama keluarga disebut semakin sejalan dengan konsep pariwisata yang dikembangkan Dubai.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka