Jakarta (KABARIN) - Pernah dengar istilah penyakit autoimun tapi masih bingung jenisnya apa saja? Sederhananya, autoimun terjadi ketika sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh justru menyerang jaringan sehat.
Penyakit ini nggak cuma satu jenis, tapi banyak macamnya dengan gejala dan tingkat keparahan berbeda-beda. Dengan mengenal jenis-jenis autoimun lebih awal, kita bisa lebih cepat tanggap saat gejala muncul dan mencari penanganan yang tepat. Berikut beberapa jenis penyakit autoimun yang paling sering dijumpai:
1. Lupus
Lupus muncul ketika sistem kekebalan keliru menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri, bikin peradangan di banyak bagian tubuh.
2. Diabetes tipe 1
Autoimun ini menyerang pankreas dan biasanya ditandai dengan rasa haus berlebihan, berat badan turun tanpa sebab jelas, dan tubuh lebih gampang kena infeksi.
3. Artritis Reumatoid
Kondisi ini bikin sendi meradang, nyeri, bengkak, bahkan lama-lama bentuk sendi bisa berubah.
4. Systemic Lupus Erythematosus (SLE)
Bentuk lupus sistemik ini bisa menyerang kulit, sendi, ginjal, dan otak. Gejalanya beda-beda tiap orang.
5. Penyakit Radang Usus (IBD)
IBD adalah peradangan kronis di saluran pencernaan yang bisa berlangsung lama dan bikin nggak nyaman.
6. Penyakit Addison
Kekurangan hormon bikin penderitanya gampang capek, nyeri perut, dan nafsu makan menurun.
7. Penyakit Graves
Graves bikin hormon tiroid terlalu tinggi sehingga orangnya gelisah, lebih sering ke kamar mandi, dan susah tidur.
8. Psoriasis
Ditandai munculnya sisik tebal di kulit, merah, dan gatal biasanya di lutut, siku, atau kulit kepala.
9. Multiple Sclerosis
Serangan ke sistem saraf pusat, termasuk otak dan sumsum tulang belakang, bikin fungsi tubuh terganggu bahkan bisa lumpuh.
10. Sindrom Guillain-Barre
Muncul kelemahan otot, kesemutan, gampang lelah, dan gangguan keseimbangan. Dalam kasus berat bisa berujung lumpuh.
11. Vaskulitis
Ditandai demam, berat badan turun tiba-tiba, capek, hilang nafsu makan, dan muncul ruam di kulit.
12. Myositis
Myositis bikin otot sakit dan lemah, sehingga aktivitas sehari-hari seperti bangun atau menelan jadi sulit. Salah satu jenisnya, dermatomiositis, juga muncul ruam merah dan benjolan di kulit.
Sumber: ANTARA