Jakarta (KABARIN) - Penyakit autoimun sering muncul pelan-pelan tanpa disadari sampai akhirnya menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Banyak orang pun penasaran, apa sih yang bikin sistem imun malah menyerang tubuh sendiri?
Sampai sekarang dunia medis belum bisa menunjuk satu penyebab pasti. Biasanya penyakit ini muncul karena kombinasi beberapa faktor sekaligus, mulai dari genetik, lingkungan, hingga gaya hidup sehari-hari. Menariknya, autoimun bisa menyerang siapa saja dan memengaruhi organ yang berbeda tergantung jenis penyakitnya. Mengenali faktor risiko sejak dini penting supaya bisa lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan yang tepat.
Berikut ini beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit autoimun:
1. Faktor genetik
Kalau dalam keluarga ada riwayat penyakit autoimun, kemungkinan kamu terkena juga jadi lebih tinggi. Meski begitu, genetik bukan satu-satunya penyebab, tapi bisa memengaruhi cara sistem imun bekerja.
2. Perubahan hormon
Fluktuasi hormon, terutama pada perempuan, bisa memicu gangguan autoimun. Kehamilan, melahirkan, hingga menopause sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit ini.
3. Infeksi tertentu
Infeksi virus atau bakteri tertentu bisa memicu sistem imun bereaksi berlebihan. Contohnya virus Epstein-Barr yang dipercaya bisa mengacaukan sistem imun sehingga menyerang sel tubuh sendiri.
4. Lingkungan sekitar
Paparan sinar matahari berlebihan, asap rokok, zat kimia berbahaya, dan infeksi bisa meningkatkan risiko autoimun. Lingkungan yang sehat bisa bantu menurunkan kemungkinan gangguan ini.
5. Jenis kelamin
Data menunjukkan perempuan lebih rentan terkena penyakit autoimun dibanding laki-laki. Hal ini diduga karena perbedaan hormon, faktor genetik, dan cara sistem imun bekerja.
6. Paparan bahan kimia
Zat seperti asbes, merkuri, dioksin, atau pestisida bisa mengganggu sistem imun dan memicu gangguan autoimun.
7. Kebiasaan merokok
Rokok bisa melemahkan sistem pertahanan tubuh dan membuat risiko autoimun meningkat.
8. Berat badan berlebih
Obesitas atau berat badan tinggi bisa menyebabkan peradangan kronis yang mengganggu fungsi sistem imun dan memicu penyakit autoimun.
Memahami faktor-faktor ini membantu kita lebih waspada dan bisa mengambil langkah pencegahan sejak dini.
Sumber: ANTARA