Jakarta (KABARIN) - Greenland adalah sebuah negara yang dikenal 80 persen wilayahnya tertutup oleh es abadi, bukan hamparan daratan hijau yang subur sesuai dengan namanya.
Sebagai pulau terbesar di dunia dengan luas mencapai 2.166.086 km persegi, Greenland memiliki keunikan geografis karena terletak di antara Samudra Arktik dan Atlantik, tepat di titik daratan paling utara bumi.
Selain itu, meski secara fisik merupakan bagian dari Amerika Utara, secara politik dan budaya pulau ini justru merupakan wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark sejak kolonisasi dimulai pada 1721.
Penduduk aslinya menyebut tanah air mereka sebagai Kalaallit Nunaat atau Inuit Nunaat, yang bermakna Tanah Rakyat atau Tanah Greenland.
Lantas, fakta menarik apa saja yang terdapat pada pulau terbesar di dunia ini? Melansir berbagai sumber, termasuk laman Visit Greenland dan Greenland Travel, berikut fakta menarik dari negara Greenland.
1. Asal-usul Nama yang Kontradiktif
Meski 80 persen daratannya adalah es putih, nama “Greenland” ini dicetuskan oleh Erik The Red, pembunuh Islandia yang diasingkan ke pulau tersebut pada abad ke-10 sebagai strategi untuk menarik minat pemukim.
Namun, bukti ilmiah menunjukkan bahwa 2,5 juta tahun lalu pulau ini memang hijau dengan tanah purba yang kini membeku di bawah lapisan es sedalam 3 kilometer. Wilayah selatannya pun masih tampak asri saat musim panas.
2. Jejak sejarah 4.500 tahun
Migrasi pertama ke Greenland dimulai sekitar 2500 SM, namun kelompok awal tersebut sudah punah. Bangsa Norse dari Islandia pun sempat menetap di selatan pada abad ke-10 sebelum menghilang pada abad ke-15.
Sementara itu, suku Inuit yang datang dari Asia pada abad ke-13 berhasil bertahan dan menjadi leluhur mayoritas penduduk saat ini.
3. Nuuk: Ibu kota modern di tengah pegunungan
Nuuk bukan hanya menjadi pusat pemerintahan, namun juga kota modern yang menjadi rumah bagi seperempat penduduk Greenland.
Kota ini memadukan keindahan panorama gunung dengan gaya hidup modern, lengkap dengan butik fesyen, kafe trendi, serta pusat budaya seperti Museum Nasional Greenland, Museum Seni Nuuk, dan Katuaq.
4. Status otonomi di bawah Denmark
Secara geografis Greenland adalah bagian dari Amerika Utara, namun secara politik dan budaya telah terikat dengan Eropa (Denmark) selama seribu tahun.
Sejak 1979, Greenland memegang otonomi daerah yang terus diperluas hingga tahun 2009, sehingga memberikan kekuasaan bagi pemerintah lokal untuk mengelola tanggung jawab negara secara mandiri.
5. Identitas budaya dan bahasa
Sekitar 88 persen populasi adalah suku Inuit (Kalaallit), di mana mereka lebih suka disebut Inuit daripada ‘Eskimo’. Kehidupan sehari-hari mereka dijalankan dengan dua bahasa resmi, yaitu Kalaallisut (Greenland) dan Denmark.
Sementara bahasa Inggris menjadi pelajaran wajib bagi generasi muda. Menariknya, kata seperti “kayak” dan “igloo” berasal dari bahasa asli mereka.
6. Kehidupan tanpa jalan raya
Bentang alam yang ekstrem membuat Greenland tidak memiliki jaringan jalan raya atau rel kereta api antar kota. Jalan aspal hanya tersedia di dalam kota dan berakhir di pinggirannya.
Sehingga, untuk mobilitas antar wilayah, penduduk mengandalkan pesawat, helikopter, kapal, mobil salju, atau kereta luncur anjing.
7. Fenomena matahari tengah malam
Berada di Lingkar Arktik, Greenland mengalami matahari tengah malam dari 25 Mei hingga 25 Juli. Puncaknya pada 21 Juni (hari terpanjang) yang dirayakan sebagai hari libur nasional, di mana penduduk merayakannya dengan berkumpul dan barbekyu di alam terbuka di bawah sinar matahari yang tidak pernah terbenam.
8. Rumah bagi taman nasional terbesar dunia
Northeast Greenland National Park merupakan kawasan lindung terbesar di planet ini yang didirikan sejak 1974. Wilayah tak berpenghuni ini hanya ditempati oleh personel penelitian dan militer elit, seperti unit patroli anjing pelacak Sirius.
9. Tanah kelahiran perahu kayak
Perahu kayak termasuk inovasi dari pemburu Greenland. Diambil dari istilah lokal qajaq, kayak adalah penemuan dari zaman dahulu yang telah menjadi perlengkapan berburu bagi suku Inuit. Kayak dibuat menyesuaikan dengan ukuran tubuh masing-masing pendayung untuk berburu di perairan Arktik.
10. Destinasi utama aurora borealis
Greenland adalah salah satu titik terbaik di bumi untuk menyaksikan Aurora Borealis. Cahaya utara ini dapat terlihat jelas menari di langit hampir di seluruh wilayah pulau, termasuk dari pusat kota Nuuk, terutama saat musim dingin yang gelap total.
Sumber: ANTARA