Sekolah Rakyat Pakai Tes DNA AI untuk Baca Bakat Siswa Sejak Awal

waktu baca 2 menit

Hasil tes DNA talenta membantu kami memahami potensi anak sejak awal sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan bakat dan minat masing-masing siswa

Banjarbaru (KABARIN) - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan Sekolah Rakyat menjadi lembaga pendidikan nasional yang menerapkan inovasi terbaru, yakni tes DNA talenta berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memetakan potensi siswa sejak awal pendidikan.

Saat ditemui dalam peresmian Sekolah Rakyat rintisan yang digelar di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, Mensos menjelaskan penerapan tes DNA talenta dilakukan karena Sekolah Rakyat tidak menggunakan tes akademik dalam proses penerimaan peserta didik.

“Hasil tes DNA talenta membantu kami memahami potensi anak sejak awal sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan bakat dan minat masing-masing siswa,” kata Mensos Saifullah Yusuf.

Berdasarkan hasil tes DNA talenta yang dilakukan sementara, lanjutnya, ditemukan 1.828 siswa berpotensi di bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM). Dari jumlah tersebut 1.204 siswa memiliki bakat di bidang teknik, seperti mekanik, teknisi otomotif, insinyur sipil, operator industri, hingga arsitek.

Selain itu sebanyak 39,6 persen atau 1.938 siswa berpotensi di bidang sosial, 23,0 persen atau 1.123 siswa di bidang bahasa, serta 16 persen atau 8.860 siswa memiliki potensi di bidang penegakan hukum seperti notaris, hakim, tentara, polisi, dan pengacara.

Pemetaan potensi tersebut, menurut Mensos, sekaligus menjadi dasar penyusunan kurikulum dan pengembangan kemampuan siswa Sekolah Rakyat yang saat ini telah beroperasi di 166 titik di berbagai daerah sebagai bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan melalui pendidikan.

Kurikulum yang diterapkan bersifat personal melibatkan guru tersertifikasi, serta didukung pembinaan karakter melalui wali asuh dan wali asrama. Pembelajaran juga didukung sistem Learning Management System (LMS) dengan penggunaan laptop sebagai media belajar, sementara penggunaan telepon genggam dibatasi.

Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan seluruh siswa Sekolah Rakyat mendapatkan mendapatkan pengawasan penuh selama 24 jam karena menerapkan skema berbasis asrama. Dengan begitu tidak hanya pendidikan formalnya yang terjamin, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), makan dengan gizi seimbang tiga kali, plus dua kali makanan selingan setiap harinya.

"Tes talenta ini pemerintah mendapat dukungan penuh, ya, oleh pakar pengembangan sumber daya manusia, Ary Ginanjar Agustian. Turut melibatkan para pakar pendidikan dalam sebuah tim formatur, dan sekolah swasta jadi dapat kami sampaikan terima kasih atas kolaborasi multisektor seperti itu," kata Mensos Saifullah Yusuf.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka