Washington (KABARIN) - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa gelombang protes yang sempat mengguncang negara itu telah berakhir dan situasi kini kembali tenang. Ia juga membantah kabar adanya rencana pemerintah mengeksekusi para pengunjuk rasa.
“Saya bisa sampaikan bahwa selama empat hari terakhir semuanya tenang. Tidak ada demonstrasi, tidak ada kerusuhan,” kata Araghchi kepada Fox News, Rabu.
Menurut Araghchi, kondisi keamanan kini sepenuhnya terkendali oleh otoritas negara. Ia menegaskan kembali bahwa laporan mengenai hukuman gantung terhadap pengunjuk rasa tidak benar.
“Tidak ada rencana untuk menggantung siapa pun,” ujarnya menanggapi sorotan internasional terhadap penanganan protes oleh pemerintah Iran.
Protes di Iran pecah pada akhir Desember 2025, dipicu kekhawatiran atas lonjakan inflasi dan melemahnya mata uang nasional, rial Iran, yang menekan daya beli masyarakat serta memperburuk kondisi ekonomi rumah tangga. Gelombang protes semakin meningkat sejak 8 Januari setelah Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada Revolusi Islam 1979, menyerukan aksi unjuk rasa terhadap pemerintah.
Pada hari yang sama, akses internet diblokir di seluruh negeri. Menurut otoritas Iran, langkah ini untuk menjaga stabilitas, meski kelompok hak asasi manusia menilai hal itu sebagai upaya membatasi arus informasi.
Di sejumlah kota besar, protes sempat berubah menjadi bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan. Laporan media dan kelompok pemantau menyebutkan adanya korban di kedua pihak, meski otoritas belum merilis angka resmi terkait korban tewas atau luka-luka.
Di tengah situasi ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan dukungan bagi rakyat Iran dan mengancam akan melancarkan serangan besar jika pengunjuk rasa dibunuh. Trump juga menegaskan siap mengambil tindakan jika Iran melanjutkan program rudal dan nuklirnya, yang semakin menambah ketegangan antara kedua negara.
Baca juga: Wilayah Udara Iran Ditutup Sementara di Tengah Ketegangan
Baca juga: PBB Prihatin Atas Retorika Militeristik Seputar Situasi di Iran
Sumber: SPU