Basarnas Kerahkan Ratusan Personel Cari Korban Kecelakaan Pesawat ATR di Sulsel

waktu baca 2 menit

Makassar (KABARIN) - Tim SAR gabungan dikerahkan secara besar-besaran untuk mencari korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang diduga mengalami kecelakaan di wilayah antara Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) dan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kantor Basarnas Makassar menurunkan puluhan personel sejak laporan hilang kontak diterima. Operasi pencarian terfokus di kawasan Leang-Leang, wilayah perbukitan karst yang berada di perbatasan Maros dan Pangkep.

“Kami tim SAR gabungan melaksanakan operasi SAR kecelakaan pesawat di Leang-Leang, berdasarkan titik koordinat yang diberikan oleh AirNav Makassar di sekitar wilayah Maros,” ujar Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu.

Informasi awal dari Kristanti, selaku General Manager AirNav Makassar, menyebutkan bahwa pesawat ATR 42-500 tersebut hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Lokasi perkiraan berada di koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur, yang masuk wilayah Maros–Pangkep.

Di dalam pesawat tercatat terdapat 11 orang atau person on board (POB), terdiri dari delapan kru pesawat dan tiga penumpang.

Untuk mendukung operasi pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai peralatan, mulai dari kendaraan operasional, truk logistik, drone pemantau udara, hingga rescue car. Pengerahan personel dilakukan secara bertahap.

“Sortir pertama kami berangkatkan lima personel untuk melakukan asesmen awal di lokasi,” jelas Sultan.

Selanjutnya, sortir kedua diberangkatkan dengan melibatkan 15 personel, disusul sortir ketiga yang melibatkan potensi SAR dari berbagai unsur. Secara keseluruhan, jumlah personel yang terlibat dalam operasi ini mencapai sekitar 360 orang.

Operasi SAR juga mendapat dukungan penuh dari TNI dan Polri, yang turut membantu proses pencarian di medan yang cukup menantang.

“Kami dibantu TNI dan kepolisian dalam pelaksanaan operasi SAR,” tambah Sultan.

Hingga saat ini, proses pencarian masih terus berlangsung dengan fokus pada penyisiran darat dan pemantauan udara, sambil menunggu perkembangan terbaru dari hasil asesmen tim di lapangan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka