Trump Akan Putus Hubungan Dagang AS-Spanyol Karena Dilarang Pakai Pangkalan

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman serius kepada Spanyol setelah pemerintah negara tersebut menolak penggunaan pangkalan militernya untuk operasi serangan terhadap Iran.

Dalam pernyataannya di Ruang Oval Gedung Putih saat menerima Kanselir Jerman Friedrich Merz, Selasa (3/3), Trump menyebut Amerika Serikat siap menghentikan seluruh hubungan dagang dengan Spanyol.

"Kami akan memutus seluruh perdagangan dengan Spanyol. Kami tak ingin berurusan lagi dengan Spanyol," kata Trump kepada wartawan.

Ketegangan ini bermula sehari sebelumnya ketika pemerintah Spanyol menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak diperbolehkan menggunakan pangkalan militer di wilayahnya untuk menyerang Iran. Madrid menekankan bahwa seluruh fasilitas militer di bawah kedaulatan nasional tetap tunduk pada aturan Spanyol dan hukum internasional.

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menjelaskan keputusan tersebut dalam wawancara dengan media El Diario.

"Pangkalan di bawah kedaulatan Spanyol tak akan digunakan untuk hal di luar perjanjian dengan Amerika Serikat atau yang tidak sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Albares.

Ia menegaskan bahwa meskipun beberapa pangkalan digunakan bersama oleh kedua negara, otoritas tertinggi tetap berada di tangan pemerintah Spanyol. Albares juga membantah adanya pemberitahuan sebelumnya dari Washington dan menyebut serangan terbaru terhadap Iran sebagai "tindakan sepihak di luar kerangka aksi kolektif."

Tak hanya Spanyol, Trump juga mengkritik keras Inggris terkait keputusan menyerahkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius dengan skema sewa 99 tahun bagi pangkalan militer gabungan AS–Inggris di Diego Garcia.

Pangkalan di pulau terbesar Kepulauan Chagos itu selama puluhan tahun menjadi pusat penting operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Meski tidak menyebut Diego Garcia secara langsung, Trump menilai sikap Inggris sangat tidak membantu saat operasi militer terhadap Iran berlangsung.

"Mereka merusak hubungan. Memalukan sekali," katanya.

Trump bahkan menyebut Amerika Serikat membutuhkan tambahan tiga hingga empat hari hanya untuk memastikan lokasi pendaratan alternatif akibat keterbatasan akses tersebut.

"Akan lebih mudah jika kami bisa mendarat di sana dibanding harus terbang lagi selama beberapa jam. Jadi, kami sangat terkejut. Yang kami hadapi saat ini bukan Winston Churchill," kata Trump, menyindir Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dengan membandingkannya dengan pemimpin Inggris era Perang Dunia II.

Pernyataan Trump ini memperlihatkan bagaimana konflik di Timur Tengah mulai merembet ke hubungan diplomatik dan ekonomi antara negara-negara Barat, sekaligus menambah ketegangan geopolitik global yang sudah memanas dalam beberapa waktu terakhir.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka