Jakarta (KABARIN) - Harapan mulai kembali menyala di sejumlah wilayah Aceh yang sebelumnya terisolasi akibat banjir bandang dan longsor. Perlahan namun pasti, akses jalan dan jembatan yang sempat terputus kini mulai tersambung kembali seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur darurat dan perbaikan jalur transportasi.
Tim Media Presiden dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, menyampaikan bahwa akses jalan menuju Bandara Rembele di Jalur Pante Raya, Desa Bale Atu, Kabupaten Bener Meriah, terus dibersihkan dengan bantuan alat berat. Jalur tersebut kini siap dipasangi jembatan bailey, setelah sebelumnya terputus total akibat terjangan banjir dan longsor.
Selain membuka kembali badan jalan, area yang rawan longsor juga diperkuat dengan batu bronjong untuk menahan pergerakan tanah. Pekerjaan ini melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama personel TNI Angkatan Darat, yang bekerja intensif di lapangan.
Tak hanya di Bener Meriah, upaya pemulihan juga dilakukan di berbagai wilayah lain yang terdampak. Di Desa Bener Pepanyi, Kecamatan Bener Kelipah, material banjir yang menutup jalan telah dibersihkan, dan pemasangan jembatan darurat segera dilakukan agar aktivitas warga kembali normal.
Sementara itu, di Desa Alue Capli, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, pembangunan jembatan aramco menunjukkan progres signifikan. Personel TNI AD terlihat bahu-membahu menyelesaikan konstruksi jembatan yang kini sudah memasuki tahap akhir.
Kabar baik juga datang dari Desa Juli Tambo Tanjong, Kabupaten Bireuen. Akses jalan di wilayah ini telah kembali normal, dan jembatan yang dibangun sudah dapat dilalui berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga truk.
Di wilayah lain, seperti Desa Kajeung, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, personel TNI AD masih melakukan pembersihan jalan yang tertutup longsor. Meski belum sepenuhnya rampung, jalur tersebut diperkirakan segera bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pemulihan pascabencana ini melibatkan kerja sama erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta berbagai unsur terkait lainnya. Kolaborasi tersebut difokuskan untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak banjir dan longsor, tidak hanya di Aceh, tetapi juga di Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Sebagai langkah strategis, Presiden RI Prabowo Subianto telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ditunjuk sebagai Ketua Satgas untuk memastikan proses pemulihan berjalan terkoordinasi dan tepat sasaran.
Dengan terbukanya kembali akses jalan dan jembatan, masyarakat di desa-desa terdampak kini perlahan bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari—sebuah langkah awal menuju pemulihan penuh pascabencana.
Sumber: ANTARA