Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada Selasa menguat meski bursa saham regional Asia dan pasar global menunjukkan tren turun.
IHSG dibuka naik 22,32 poin atau 0,24 persen ke level 9.156,19, sedangkan indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turun 1,37 poin atau 0,15 persen menjadi 891,75.
“Dari sisi makro, pasar masih merespons positif prospek pelonggaran kebijakan moneter global, ditopang kondisi domestik yang stabil dan kinerja emiten besar yang solid,” kata pengamat pasar modal Reydi Octa saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Reydi menambahkan penguatan IHSG juga didukung aliran dana asing yang fokus pada saham perbankan besar dan emiten big cap lainnya, termasuk saham konglomerasi yang kembali menjadi penopang pasar.
Investor saat ini memperhatikan arah kebijakan bank sentral global terkait pemangkasan suku bunga dan pergerakan dolar AS yang bisa memengaruhi pasar secara luas. Selain itu, keberlanjutan kinerja emiten juga menjadi faktor penentu.
“Karena IHSG berada di zona ATH, pasar cukup rawan koreksi karena valuasi mulai tinggi,” ujarnya.
Di dalam negeri, pelaku pasar menunggu Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang digelar Selasa dan Rabu, dengan prediksi BI-Rate tetap di 4,75 persen seiring Rupiah yang masih melemah.
Sementara itu di mancanegara, saham Eropa dan Asia melemah pada Senin di tengah liburnya Wall Street, terdampak ketegangan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump mengancam tarif tambahan ke sejumlah negara Eropa terkait Greenland.
Dolar AS justru melemah dan investor beralih ke mata uang safe haven seperti Yen Jepang dan Franc Swiss, sementara Euro dan Poundsterling mengalami rebound.
Pada perdagangan Senin, bursa Eropa kompak turun, termasuk Euro Stoxx 50 melemah 1,77 persen, FTSE 100 Inggris turun 0,39 persen, DAX Jerman melemah 1,34 persen, dan CAC turun 1,78 persen.
Sementara bursa regional Asia pagi ini, Nikkei turun 1,02 persen ke 53.042,50, Shanghai 0,51 persen ke 4.093,14, Hang Seng 0,52 persen ke 26.436,50, dan Strait Times turun 0,14 persen ke 4.827,96.
Sumber: ANTARA