Kemenhaj Persiapkan Skema Murur dan Tanazul Untuk Haji 2026

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kementerian Haji dan Umrah tengah menyiapkan konsep baru dalam penyelenggaraan haji tahun ini dengan mematangkan skema murur, yakni melintas Muzdalifah tanpa turun, dan skema tanazul yang memungkinkan sebagian jamaah kembali ke hotel atau tenda lebih awal.

Laksma TNI Harun Arrasyid mengatakan rencana ini sudah mendapat persetujuan pimpinan dan bakal didukung penuh oleh petugas di lapangan. Skema ini dibuat untuk mengurangi kepadatan jamaah di area Muzdalifah yang semakin terbatas dan mengatur aliran jamaah menuju Mina.

"Rencana untuk murur dan tanazul itu akan kita laksanakan rencananya di tahun ini. Bapak Menteri juga akan melaksanakan proyek itu, sehingga kami dengan unsur-unsur petugas yang di Armuzna akan mendukung kebijakan itu," ujar Harun usai memberikan materi dalam diklat calon petugas haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu malam.

Harun menambahkan skema murur dinilai sebagai solusi paling efektif saat ini. Dengan murur, jamaah lansia, risiko tinggi (risti), dan penyandang disabilitas dapat tetap berada di dalam bus saat melewati Muzdalifah. Setelah berhenti sebentar untuk memenuhi rukun mabit, mereka langsung melanjutkan perjalanan ke Mina.

"Kita anggap itu lebih efektif. Dengan adanya murur, bisa mengurai kepadatan jamaah di Muzdalifah dan juga akan bisa lebih mengontrol kepadatan, baik yang ada di Muzdalifah maupun nanti yang ada di Mina," jelas Harun.

Meski begitu, Harun menegaskan bahwa jumlah pasti jamaah yang akan mengikuti skema murur dan tanazul masih dalam tahap pendataan.

"Kalau sekarang ini baru konsep saja yang kita akan laksanakan. Untuk berapa jumlah jemaah yang akan melakukan itu, ini nanti kalau sudah lengkap proses pendataan dan sebagainya akan dimatangkan," tambahnya.

Langkah ini menunjukkan adaptasi manajemen haji yang semakin responsif terhadap kondisi di lapangan demi keselamatan jamaah.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka