Gara-gara Harga Tinggi, Pedagang Daging Pasar Gondangdia Gak Berjualan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Sejumlah lapak pedagang daging sapi di Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat, terpantau gak jualan pada hari Kamis ini, menyusul aksi mogok akibat tingginya harga komoditas tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Tingginya harga daging sapi membuat permintaan menurun, sehingga pedagang menghentikan sementara aktivitas jual beli.

Pantauan ANTARA, area lapak daging sapi di Pasar Gondangdia terlihat kosong, meski pedagang ayam dan ikan masih melayani pembeli kaya biasanya.

"Tukang daging enggak buka semua, banyak yang libur. Lagi pada demo karena harganya kemahalan," ujar Mahmud (65), seorang pedagang ikan.

Seorang pedagang ayam, Deni (40) mengatakan kalau sehari sebelumnya sejumlah lapak daging sapi masih sempat beroperasi, meski dengan harga yang dinilai tinggi oleh pembeli.

Ia memperkirakan pedagang akan membuka lagi lapak dagangannya dalam beberapa hari ke depan.

"Kemungkinan besok ada lagi (demo). Kalau kemarin sih masih jualan," katanya.

Di sisi lain, absennya penjual daging sapi membuat sebagian warga beralih membeli sumber protein lain.

Salah satu pembeli, Amel (27) mengaku dirinya memilih ayam dan ikan karena harga daging sapi belum menunjukkan penurunan, terutama menjelang bulan Ramadan.

"Saya ganti ke yang lain, ayam atau ikan kalau daging sapi tetap naik pas puasa," katanya.

Sementara itu, Nita (31) mengaku tetap akan membeli daging sapi dalam jumlah lebih sedikit meski harganya mahal,

"Kalau saya kayaknya bakal tetap beli untuk keluarga. Meski mahal, paling belinya setengah saja," ujarnya.

Meski pedagang daging sapi tidak berjualan, namun suasana pasar secara umum tetap ramai. Warga berharap pasokan kembali normal agar harga daging dapat lebih stabil dalam beberapa hari ke depan.

Sebelumnya, bandar sapi potong dan pedagang daging di pasar tradisional se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) melakukan aksi mogok dagang selama tiga hari mulai Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).

Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta, Wahyu Purnama bilang kalau hal itu dilakukan atas respon kenaikan harga daging sapi yang dirasakan masyarakat menengah ke bawah, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pihaknya pun meminta Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman segera mengatasi harga sapi yang mahal ini.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka