Pramono Fokus Maksimalkan Sumur Resapan Lama untuk Tangani Banjir

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan bahwa Pemprov Jakarta tidak berencana membuat sumur resapan baru sebagai langkah antisipasi banjir di ibu kota.

“Jadi saya terus terang tidak ingin memperdebatkan persoalan sumur resapan. Karena apa pun yang bisa dimanfaatkan, kita manfaatkan,” ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Barat, Jumat.

Menurut Pramono, pemerintah akan fokus menggunakan sumur resapan yang sudah ada dan masih berfungsi.

“Kan sumur resapan pernah dibuat. Yang ada ya kita manfaatkan, kita fungsikan. Tetapi sampai hari ini kita belum merencanakan membuka sumur resapan baru,” jelasnya.

Pramono menambahkan bahwa penanganan banjir Jakarta akan lebih ditekankan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk solusi jangka pendek serta normalisasi sungai sebagai langkah jangka panjang.

Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mencatat bahwa selama periode 2019-2024 telah dibangun 29.887 sumur resapan yang tersebar di lima kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu untuk mengurangi genangan air.

“Total sumur resapan Dinas Sumber Daya Air periode 2019-2024 adalah sebanyak 29.887 titik dengan total daya tampung 529 meter kubik (m3),” kata Ketua Subkelompok Geologi dan Konservasi Air Baku Bidang Geologi, Konservasi Air Baku dan Penyediaan Air Bersih Dinas SDA DKI Jakarta, Ikhwan Maulani, Sabtu (25/1/2025).

Dia merinci jumlah pembangunan sumur resapan per tahun, mulai dari 1.316 titik pada 2019, meningkat menjadi 1.658 titik pada 2020, 26.349 titik pada 2021, 382 titik pada 2022, 140 titik pada 2023, dan 42 titik tambahan pada 2024.

Dinas SDA menjelaskan bahwa pembangunan sumur resapan bertujuan untuk mengelola air hujan dan konservasi sumber daya air dengan menyerap air ke dalam tanah sehingga dapat mengurangi limpasan yang memicu genangan atau banjir.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka