Jembatan Penghubung Dibangun, Desa-Desa di Tapanuli Tengah Kembali Terhubung

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah terus menghadirkan negara secara nyata di tengah masyarakat dengan membangun jembatan penghubung antarkawasan di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Infrastruktur ini menjadi urat nadi aktivitas warga desa, terutama setelah wilayah tersebut terdampak banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November lalu.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan bahwa kehadiran negara tidak berhenti pada fase tanggap darurat, melainkan berlanjut hingga proses pemulihan jangka menengah dan panjang.

“Infrastruktur dasar menjadi kunci agar roda ekonomi, pendidikan, dan layanan publik bisa kembali berjalan normal,” demikian disampaikan Tim Media Presiden dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu.

Pantauan di lapangan pada Jumat (23/1) menunjukkan berbagai proyek pembangunan jembatan tengah berlangsung di sejumlah titik strategis di Tapanuli Tengah. Salah satunya adalah pembangunan Jembatan Armco titik kedua di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, yang kini memasuki tahap persiapan. Proyek ini dikerjakan melalui kolaborasi antara prajurit TNI dan masyarakat setempat.

Tak hanya itu, pemerintah juga membangun jembatan gantung di beberapa wilayah, di antaranya Bonalumban (Kecamatan Tukka), Kampung Mudik dan Desa Ujung Batu (Kecamatan Barus), serta Desa Sipan (Kecamatan Sarudik).

Bagi warga, jembatan-jembatan ini bukan sekadar struktur fisik, melainkan akses penting menuju pasar, sekolah, fasilitas kesehatan, dan layanan pemerintahan. Kehadirannya kembali membuka ruang gerak masyarakat untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari yang sempat terhenti akibat bencana.

Seiring pembangunan yang terus berjalan, desa-desa di Tapanuli Tengah perlahan kembali tersambung. Akses yang terbuka membawa harapan baru, memulihkan kehidupan sosial, serta memberi peluang bagi masyarakat untuk bangkit dan menata masa depan.

Pemerintah memastikan pembangunan dan penguatan infrastruktur di wilayah rawan bencana akan terus dilanjutkan secara berkelanjutan, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam melindungi dan memberdayakan masyarakat.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka