Tahun ini kita maksimalkan bumbu dengan cita rasa Indonesia. Ada sekitar 22 jenis bumbu. Total tonasenya sekitar 400 ton lebih
Jakarta (KABARIN) - Kementerian Haji dan Umrah memastikan ratusan ton bumbu khas Indonesia dan jutaan paket makanan siap saji siap dikirim ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji di Tanah Suci.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj Jaenal Effendi mengatakan langkah ini juga jadi kesempatan untuk memberdayakan UMKM dan memutar uang di dalam negeri.
"Tahun ini kita maksimalkan bumbu dengan cita rasa Indonesia. Ada sekitar 22 jenis bumbu. Total tonasenya sekitar 400 ton lebih," ujar Jaenal saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa.
Jaenal memperkirakan nilai perputaran uang dari bumbu pasta saja mencapai Rp63,36 miliar. Bumbu-bumbu tersebut sudah lolos uji rasa dan sertifikasi ketat.
Selain bumbu, Kemenhaj fokus menyiapkan makanan siap saji untuk jamaah saat berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), karena kondisi di lapangan membuat memasak di dapur umum sulit dilakukan. Sebanyak 3,9 juta paket makanan siap saji telah dipersiapkan.
Kemenhaj menunjuk 10 perusahaan penyedia bumbu dan 10 perusahaan penyedia makanan siap saji yang telah memenuhi kualifikasi ketat, termasuk izin ekspor dari otoritas pengawas obat dan makanan Arab Saudi (SFDA).
"Mereka memiliki kualifikasi ekspor ke Saudi dari SFDA. Kita sudah lakukan test food dan cita rasanya sudah Indonesia semua. Ini peluang besar bagi masyarakat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk merasakan dampak pelaksanaan ibadah haji," kata Jaenal.
Strategi ini diharapkan mengubah pola lama di mana keuntungan ekonomi haji lebih banyak dinikmati pemasok dari negara lain seperti Thailand, Filipina, atau Australia. Dengan ekspor langsung, Kemenhaj ingin memastikan dana haji yang mencapai belasan triliun rupiah juga kembali ke masyarakat Indonesia.
Sumber: ANTARA