Harga Emas Melonjak, Pakar Ingatkan Jangan Terbawa FOMO

waktu baca 2 menit

Samarinda (KABARIN) - Pakar ekonomi dari Universitas Mulawarman, Felisitas Defung, mengingatkan masyarakat supaya tidak terburu-buru ikut tren atau FOMO dengan harga emas yang naik drastis karena faktor geopolitik dan kondisi ekonomi global.

“Bagi investor pemula, perlu berhati-hati jangan sampai hanya terpicu oleh harga yang sedang bagus karena investasi emas itu sifatnya jangka panjang dan bukan untuk sekadar mengejar keuntungan sesaat,” kata Defung di Samarinda, Jumat.

Hari ini harga emas memang lagi tinggi, misalnya produk Galeri24 dijual Rp3,26 juta per gram dan UBS mencapai Rp3,27 juta per gram.

Defung menilai minat generasi milenial dan Gen Z terhadap emas melonjak karena informasi harga naik di media sosial yang terus muncul setiap hari.

“Kehadiran platform investasi digital memang mempermudah masyarakat untuk membeli emas mulai dari nominal kecil, misalnya Rp500 ribu, tanpa harus terpaku pada pembelian fisik seberat satu gram,” ujarnya.

Meski mudah, masyarakat tetap harus hati-hati terhadap aplikasi investasi yang tidak resmi dan pastikan platform tersebut terdaftar di Bappebti.

Defung menambahkan, investasi digital cocok untuk yang ingin praktis, tapi emas fisik masih lebih aman bagi yang nyaman memegang aset langsung walau perlu biaya penyimpanan.

Strategi terbaik, kata Defung, adalah tidak memaksakan beli saat harga puncak apalagi kalau modalnya dari utang.

“Edukasi yang komprehensif sangat diperlukan agar masyarakat Kalimantan Timur memiliki literasi keuangan yang mumpuni sehingga tidak sekadar mengikuti tren, namun mampu mengelola aset untuk masa depan yang lebih stabil,” pungkasnya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka