Rupiah Melemah ke Rp16.970 Seiring Ketegangan Timur Tengah

waktu baca 2 menit

Ketidakpastian yang masih berlanjut terkait konflik di Timur Tengah (Asia Barat) turut menekan sentimen risiko di pasar, yang berdampak pada pergerakan rupiah

Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah di pasar Jakarta pada pembukaan perdagangan Senin pagi bergerak melemah 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.970 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya Rp16.958 per dolar.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai ketidakpastian konflik di Timur Tengah turut menekan sentimen risiko di pasar.

“Ketidakpastian yang masih berlangsung terkait konflik di Timur Tengah turut menekan sentimen risiko pasar dan berdampak pada pergerakan rupiah,” ujar Josua di Jakarta, Senin.

Ketegangan geopolitik meningkat setelah Gedung Putih menyatakan skala serangan terhadap Iran lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, sementara Pentagon mengerahkan unit ekspedisi Marinir ke kawasan tersebut.

Lonjakan harga minyak juga mendorong penguatan dolar AS, dengan harga minyak Brent Jumat lalu naik 2,67 persen menjadi 103,14 dolar per barel.

Meski begitu, penguatan dolar sempat terbatas setelah data Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal IV-2025 direvisi turun menjadi 0,7 persen qoq dari estimasi 1,4 persen qoq, menunjukkan perlambatan ekonomi AS. Indikator inflasi pilihan The Fed, PCE Price Index, sedikit menurun menjadi 2,8 persen yoy pada Januari 2026, sementara Core PCE naik tipis menjadi 3,1 persen yoy.

Josua memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.900 hingga Rp17.050 per dolar, seiring ketegangan geopolitik yang belum mereda dan sikap wait-and-see investor menjelang libur panjang di Indonesia mulai Rabu 18 Maret 2026.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka