Alcaraz Taklukkan Djokovic, Jadi Juara Termuda Career Grand Slam

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Keringat, ketegangan, dan sejarah bertemu di Rod Laver Arena, Melbourne. Carlos Alcaraz tak hanya memenangi partai final Australian Open 2026, tetapi juga menorehkan kisah tentang kerja keras, regenerasi, dan keberanian menghadapi legenda hidup tenis dunia.

Petenis tunggal putra asal Spanyol itu menjuarai Australian Open 2026 setelah menaklukkan Novak Djokovic dengan skor 2-6, 6-2, 6-3, 7-5, Minggu. Kemenangan ini menjadi momen emosional bagi Alcaraz, yang untuk pertama kalinya mengangkat trofi Grand Slam di lapangan keras Melbourne.

Dikutip dari ATP, keberhasilan tersebut membuat Alcaraz menjadi petenis putra termuda yang menyelesaikan Career Grand Slam di era tenis modern atau Open, sebuah pencapaian langka yang menandai kematangan seorang juara di usia 22 tahun.

Final ini bukan sekadar duel dua petenis, melainkan pertemuan dua generasi. Di satu sisi, Djokovic, pemilik 24 gelar Grand Slam, datang dengan ambisi mencetak sejarah baru sebagai peraih gelar mayor ke-25. Di sisi lain, Alcaraz membawa mimpi generasi baru yang tumbuh dengan kerja keras, disiplin, dan keyakinan bahwa era baru tenis telah tiba.

Set pembuka dikuasai Djokovic dengan permainan agresif dan minim kesalahan. Namun Alcaraz menunjukkan ketenangan luar biasa. Ia mengubah pendekatan permainan, mengendalikan reli dari baseline, dan mulai mengambil alih pertandingan sejak set kedua dengan dua kali mematahkan servis lawannya.

Momentum itu berlanjut hingga set ketiga, di mana Alcaraz tampil tanpa rasa lelah, meski baru saja melalui semifinal terpanjang dalam sejarah Australian Open melawan Alexander Zverev. Ketangguhan fisik dan mental menjadi kunci petenis muda Spanyol tersebut.

Djokovic tak menyerah begitu saja. Di set keempat, petenis Serbia berusia 38 tahun itu menangkis enam break point dan terus memberi perlawanan. Namun pada gim ke-12, satu kesalahan forehand mengakhiri perjuangannya dan memastikan kemenangan Alcaraz setelah tiga jam dua menit pertandingan intens.

Kemenangan ini membawa Alcaraz mengoleksi tujuh gelar Grand Slam, menyamai catatan legenda tenis John McEnroe dan Mats Wilander. Lebih dari angka, gelar ini menegaskan konsistensinya bersama rival sebayanya, Jannik Sinner, yang mendominasi turnamen mayor dalam beberapa tahun terakhir.

Bagi Alcaraz, trofi Australian Open bukan sekadar tambahan koleksi prestasi, melainkan simbol perjalanan panjang seorang atlet muda yang terus belajar, bangkit, dan berani menghadapi tekanan terbesar di panggung tertinggi tenis dunia.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka