Jakarta (KABARIN) - Satgas Preemtif Polda Metro Jaya memulai Operasi Keselamatan Jaya 2026 dengan pendekatan edukatif dan humanis, menyasar sekolah hingga ruang publik, salah satunya Stasiun Juanda.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin menjelaskan tujuan pendekatan ini adalah memperkuat pemahaman soal keselamatan di jalan.
“Pendekatan humanis dan komunikatif kami terapkan untuk memperkuat pemahaman keselamatan di jalan raya. Pelajar, pengguna transportasi publik, serta masyarakat umum, kami berikan edukasi langsung mengenai pentingnya perilaku tertib berlalu lintas guna menekan risiko kecelakaan,” kata Komarudin di Jakarta, Senin.
Ia menekankan keselamatan berlalu lintas tidak bisa tercipta tanpa keterlibatan aktif masyarakat, termasuk pelajar sebagai generasi muda. “Karena itu, edukasi yang menyasar lingkungan sekolah dan ruang publik dinilai efektif untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini,” ujar Komarudin.
Lewat operasi ini, Polri ingin kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat. Edukasi di sekolah dan area publik jadi strategi untuk membangun budaya tertib berlalu lintas.
“Operasi Keselamatan Jaya 2026 akan berlangsung hingga pertengahan Februari dan digelar di sejumlah titik strategis dengan menyasar pelajar, pengguna transportasi publik, serta masyarakat umum,” tutur Komarudin.
Komarudin berharap operasi ini bisa menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Beberapa target operasi antara lain pengendara yang melawan arus, melebihi batas kecepatan, masih di bawah umur, tidak memakai helm SNI, penggunaan knalpot brong, hingga penggunaan TNKB yang tidak sesuai.
“TNKB kementerian atau lembaga yang digunakan, banyak kita temukan, ini pun akan kita sasar,” ujar Komarudin.
Sasaran lain termasuk penggunaan ponsel saat berkendara, tidak memakai sabuk pengaman, serta pengendara yang di bawah pengaruh alkohol.
Sumber: ANTARA