Jakarta (KABARIN) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan stok pangan di Jakarta aman menjelang perayaan Imlek dan bulan Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dia mengaku selalu berkomunikasi dengan kepala daerah penghasil pangan di sejumlah wilayah yang selama ini sebagai penyuplai pangan ke ibu kota.
“Saya selalu berkomunikasi dengan kepala daerah penghasil pangan di seluruh Indonesia yang mereka menyuplai ke Jakarta untuk urusan pangan. Mudah-mudahan menyambut Imlek, Puasa, dan Lebaran persoalan pangan di Jakarta tidak menjadi persoalan, termasuk daging,” jelas Pramono di Jakarta Barat, Selasa.
Pramono mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mempersiapkan stok pangan untuk hari besar keagamaan Imlek hingga Idul Fitri mendatang.
Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan menjelang Imlek dan Bulan Ramadhan, ketersediaan pangan di Jakarta terpantau dalam kondisi cukup meskipun terdapat kenaikan kebutuhan pangan.
“Peningkatan kebutuhan pangan dengan presentase terbesar terjadi pada komoditas telur ayam sebanyak 7,50 persen, daging sapi dan kerbau 3,57 persen dan bawang putih 3,57 persen,” kata Hasudungan.
Hasudungan mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam penyediaan bahan pangan adalah melalui pelaksanaan kegiatan pangan murah keliling yang dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan Provinsi DKI Jakarta.
Dengan demikian diharapkan hal tersebut dapat mempermudah akses pangan masyarakat dengan harga terjangkau.
Selain itu, lanjutnya, Pemerintah DKI Jakarta juga menggelar kegiatan penyediaan dan pendistribusian pangan dengan harga murah bagi masyarakat tertentu.
“Pada kegiatan ini, masyarakat penerima manfaat dapat membeli enam jenis komoditas pangan yaitu beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, ikan kembung dan susu UHT (khusus penerima KJP) seharga Rp. 126.000,- per paket,” jelas Hasudungan.
Sumber: ANTARA