Menag Sebut Pertemuan Prabowo dan Ulama untuk Saling Memberikan Masukan

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para ulama dan pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam bertujuan untuk saling bertukar informasi dan masukan, baik terkait isu dalam negeri maupun luar negeri.

“Jadi Bapak Presiden akan bersilaturahim. Mungkin Bapak Presiden akan memberikan informasi-informasi yang aktual kepada para ulama kita. Tapi pada sisi yang terbalik juga mungkin ulama-ulama kita akan memberikan masukan kepada Presiden sebagai umara,” ujar Menag di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Pernyataan itu disampaikan Menag saat Presiden Prabowo memanggil sejumlah pimpinan ormas Islam ke Istana Kepresidenan. Menurut Nasaruddin, komunikasi antara Presiden dan para ulama bersifat dua arah. Presiden sebagai umara tidak hanya menyampaikan kebijakan dan informasi strategis, tetapi juga membuka ruang bagi ulama dan tokoh ormas Islam untuk menyampaikan pandangan secara langsung.

Menag menjelaskan, pertemuan semacam ini bukan hal baru. Dalam beberapa bulan terakhir, Presiden Prabowo sudah beberapa kali mengundang ormas-ormas Islam dengan suasana diskusi yang hangat dan terbuka.

“Beberapa bulan yang lalu Bapak Presiden juga mengundang ormas-ormas Islam untuk datang. Itu hangat, bahkan sampai lama ya, lama sekali (pertemuannya),” kata Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut.

Salah satu topik yang turut dibahas dalam pertemuan kali ini adalah keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace). Menag menilai, meski Presiden sudah banyak menyampaikan penjelasan ke publik, dialog langsung dengan para ulama tetap penting sebagai bagian dari komunikasi yang lebih mendalam.

Ia berharap tradisi pertemuan rutin antara ulama dan umara ini terus dijaga karena dinilai membawa dampak positif bagi pembangunan dan masa depan bangsa.

“Dan ulama kita juga puas karena bisa berkomunikasi mendengarkan langsung dari tangan pertama, ya, kan. Sangat terbuka, Insya Allah,” kata Menag.

Menurut Nasaruddin, pertemuan ini mencerminkan keterbukaan pemerintah dalam mendengar aspirasi umat, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto mengundang perwakilan ormas Islam, pimpinan sejumlah pondok pesantren, serta tokoh-tokoh Islam ke Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa siang.

Teddy menyebut jumlah undangan berkisar 40–50 orang. Ormas yang hadir antara lain PBNU, Muhammadiyah, MUI, Persis, Syarikat Islam, serta perwakilan tokoh pondok pesantren dari Jawa Timur dan daerah lainnya.

"Hampir semua organisasi muslim (seperti) PBNU, Muhammadiyah, MUI, ada Persis, Syarikat Islam, kemudian tokoh ponpes-ponpes dari Jawa Timur, dan lain sebagainya. Nanti jumlahnya sekitar 40-50 orang. Diskusi tentang ya, kondisi dalam negeri, (isu) luar negeri," kata Seskab Teddy menjawab pertanyaan wartawan.

Teddy menambahkan, salah satu isu luar negeri yang turut dibahas dalam pertemuan tersebut adalah keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza.

Baca juga: Prabowo Undang Ormas Islam Bahas Keanggotaan Indonesia di BoP Gaza

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka