FKUI, RSUI, dan YKI Ajak Warga Lebih Peduli Kanker di Hari Kanker Sedunia

waktu baca 2 menit

Depok (KABARIN) - Program Doktor (S3) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2025 bareng Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) turun langsung ke masyarakat buat berbagi edukasi soal kanker. Tujuannya jelas: ningkatin kesadaran, kepedulian, dan pemahaman masyarakat tentang kanker sejak dini.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, dengan tema Menuju Indonesia Emas 2045: Bersatu oleh Keunikan (United by Unique). Lewat kegiatan ini, para akademisi dan tenaga medis ingin ngajak masyarakat lebih peduli dengan isu kanker, tanpa rasa takut berlebihan.

Direktur Transformasi dan Pengembangan RSUI, Dr Novita Dwi Istanti, mengatakan harapan untuk hidup lebih sehat selalu ada buat setiap orang, termasuk para pejuang kanker. Ia juga menegaskan komitmen RSUI untuk terus mendekatkan layanan ke masyarakat lewat upaya promotif dan preventif sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Ketua Panitia Prodi Doktor FKUI Angkatan 2025, dr Herkurniawan, menilai kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi. Lewat edukasi ini, masyarakat diajak memahami bahwa kanker bukan hal yang harus ditakuti secara berlebihan, karena harapan untuk sembuh dan hidup lebih baik selalu ada bagi para pejuang kanker.

Ia berharap kolaborasi FKUI, RSUI, dan Yayasan Kanker Indonesia bisa benar-benar memberi dampak nyata, khususnya dalam meningkatkan kepedulian serta pemahaman masyarakat tentang pencegahan kanker.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat sesi edukasi soal pentingnya deteksi dini kanker yang disampaikan oleh dr Ni Putu Merlynda. Ia menekankan pemeriksaan multicancer early detection sebagai langkah awal untuk meningkatkan kualitas hidup.

Peserta juga dibekali edukasi tentang peran nutrisi dalam pencegahan dan penanganan kanker oleh dr Steffi Sonia. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya pola makan sehat, membatasi konsumsi makanan tinggi gula, lemak jenuh, serta makanan olahan sebagai bagian dari upaya pencegahan kanker. Selain itu, pengaturan pola makan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pasien lewat konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik.

Tak cuma fisik, aspek kesehatan mental juga jadi perhatian. dr Nindita Pinastikasari mengingatkan pentingnya dukungan psikososial bagi pasien dan penyintas kanker, karena kondisi mental punya peran besar dalam proses pemulihan dan kualitas hidup mereka.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka