Tim Balap Sepeda Indonesia Susun Rencana Menuju Asian Games hingga Olimpiade

waktu baca 3 menit

Persiapan tidak bisa berdiri sendiri. Setiap tahun kami harus menghitung jalur poin, bukan hanya untuk Asian Games, tetapi juga World Championship dan kualifikasi Olimpiade

Jakarta (KABARIN) - Tim nasional balap sepeda Indonesia mulai tancap gas menata peta jalan pembinaan jangka panjang. Targetnya bukan cuma tampil oke di Asian Games 2026 Aichi–Nagoya, tapi juga membuka jalur menuju kualifikasi Olimpiade 2028 Los Angeles.

Pelatih timnas sepeda Indonesia, Dadang Haries Poernomo, menegaskan setiap keikutsertaan atlet Merah Putih di kejuaraan internasional sekarang harus masuk dalam satu rencana besar yang saling terhubung, dari level Asia sampai dunia.

“Persiapan tidak bisa berdiri sendiri. Setiap tahun kami harus menghitung jalur poin, bukan hanya untuk Asian Games, tetapi juga World Championship dan kualifikasi Olimpiade. Semua saling terhubung dan tidak bisa dilewati begitu saja,” ujar Dadang via telepon, Kamis.

Menurut Dadang, kalender kompetisi balap sepeda dunia sudah disusun rapi oleh Union Cycliste Internationale (UCI). Artinya, atlet tidak bisa asal lompat ke turnamen besar tanpa mengantongi poin yang cukup.

Pada musim ini, tim nasional dijadwalkan tampil di berbagai agenda penting, mulai dari beberapa seri World Cup, Kejuaraan Asia, sampai Kejuaraan Dunia.

“Untuk menuju Olimpiade, tidak cukup hanya bicara Asian Games. Ada World Cup, lalu World Championship, dan semuanya mensyaratkan pencapaian poin tertentu. Tidak bisa tiba-tiba kita ikut World Cup atau World Championship tanpa poin,” kata Dadang.

Ia menjelaskan, fokus utama tahun ini memang Asian Games 2026 dengan target prestasi. Tapi di saat yang sama, setiap kejuaraan yang diikuti juga dimanfaatkan untuk mengumpulkan poin sebagai bekal menuju Olimpiade.

“Asian Games itu target medali, iya. Tapi di saat yang sama, poin dari kejuaraan-kejuaraan internasional tetap harus dikejar karena itu menjadi fondasi menuju Olimpiade. Apalagi mulai 2027, pembicaraan kita sudah sangat dekat dengan Olimpiade,” ujarnya.

Konsekuensinya, perencanaan harus super matang. Mulai dari memilih event yang tepat, mengatur kondisi fisik atlet, sampai evaluasi hasil setiap seri lomba supaya jalur poin tetap on track.

Dalam waktu dekat, tim sepeda Indonesia bakal turun di Kejuaraan Asia Jalan Raya atau Asian Road Cycling Championship 2026 yang digelar di Al-Qassim, Arab Saudi, pada 5–13 Februari.

Skuad Merah Putih menurunkan 16 pesepeda, terdiri dari 10 atlet putra dan enam atlet putri. Di sektor putra, Indonesia diperkuat Aiman Cahyadi, Muhammad Syelhan, Astnan Maulana, Dimas Nur Fadhil, Muhammad Abdurrohman, Muhammad Andy Royan, Raihan Maulidan, Muhammad Hafizh, Radita Etto Wibowo, dan Vinsya Aditya Putra Ramadhana.

Sementara di sektor putri, nama-nama yang diturunkan adalah Ayustina Delia Priatna, Nihayatuzzain Asshofi, Sayu Bella Sukma Dewi, Shafa Al Zahra, Ida Ayu Manik, dan Syahla Syafiah.

Sebelumnya, para pesepeda Indonesia juga sudah mencatat hasil positif di sejumlah ajang internasional. Tim Merah Putih memborong total enam medali emas, tiga perak, dan dua perunggu di Track Asia Cup I 2026 di India pada 29–31 Januari.

Selain itu, atlet Indonesia juga tampil di ASEAN Track Series 1 dan 2 di Malaysia pada awal Januari 2026, serta Thailand Mountain Bike Cup 2026 di Thailand. Semua ajang itu jadi bagian dari strategi panjang menuju puncak target, yakni tampil kompetitif di Asian Games dan membuka jalan ke Olimpiade 2028.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka