Gerindra itu cocok dengan darah ideologi saya. Ada garis ajaran kakek saya, Bung Karno, tetapi tidak dibenturkan dengan siapa pun
Jakarta (KABARIN) - Didi Mahardhika Soekarno kembali menegaskan sikap politiknya dengan tetap setia mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Cucu Bung Karno itu menyebut pilihannya bukan keputusan dadakan, meski berbeda dengan arah politik sebagian besar keluarganya.
Sebagai kader Gerindra, Didi mengatakan langkah politiknya berangkat dari dua amanah yang ia pegang kuat sejak lama, yaitu pesan dari sang ibunda almarhum Rachmawati Soekarnoputri serta kepercayaan dari Prabowo yang sudah ia anggap seperti keluarga sendiri.
"Pesan ibunda jelas, tetap setia kepada Bapak Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Alhamdulillah amanah itu saya jalankan sejak dulu," ujarnya.
Dalam peringatan ulang tahun ke-18 Partai Gerindra, Didi juga menyampaikan harapan agar partai tersebut terus menjadi kekuatan politik yang menjaga persatuan bangsa dan memperkuat persaudaraan antar anak bangsa.
Ia menjelaskan bahwa pilihannya bergabung dengan Gerindra bukan sekadar soal politik praktis, tetapi karena keyakinan ideologis. Menurutnya, Gerindra adalah partai yang paling mencerminkan nilai-nilai Bung Karno tanpa membenturkan satu kelompok dengan kelompok lain.
"Gerindra itu cocok dengan darah ideologi saya. Ada garis ajaran kakek saya, Bung Karno, tetapi tidak dibenturkan dengan siapa pun," katanya.
Didi juga menegaskan hubungannya dengan Prabowo tidak hanya sebatas urusan politik, tetapi sudah masuk ke ranah personal.
"Bagi saya, Pak Prabowo sudah seperti bapak sendiri. Itu yang saya pegang," ujarnya.
Ia turut mengkritik masih adanya narasi lama yang terus memecah belah masyarakat, seperti dikotomi pro Soekarno dan pro Soeharto yang menurutnya sudah tidak relevan dengan kondisi bangsa saat ini.
"Menurut saya, dikotomi itu sudah tidak relevan. Mengotakan rakyat Indonesia ke dalam pro sini atau pro sana hanya memperkecil bangsa ini," katanya.
Sebagai keturunan Bung Karno, Didi mengakui ideologi politik sudah mengalir dalam dirinya. Namun ia menegaskan ingin membawa warisan itu dengan cara yang lebih relevan, yaitu membangun persatuan, bukan memperlebar perbedaan.
Sumber: ANTARA