Gol Modric Selamatkan Milan, Rossoneri Tempel Inter di Klasemen

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kadang kemenangan dalam sepak bola bukan soal permainan cantik — tapi soal bertahan di laga yang bikin deg-degan sampai menit akhir. Itulah yang dialami AC Milan saat bertandang ke markas Pisa SC.

Di Arena Garibaldi, Rossoneri harus bekerja ekstra keras sebelum akhirnya pulang dengan skor tipis 2-1. Bukan kemenangan elegan, tapi kemenangan penting — tipe tiga poin yang biasanya jadi pembeda di akhir musim.

Laga yang Lebih Sulit dari Skornya

Pelatih Massimiliano Allegri langsung mengakui pertandingan ini jauh dari kata nyaman.

Pisa bermain sangat dalam, nyaris seperti tembok bergerak. Milan menguasai bola, tapi sulit benar-benar menembus. Sampai akhirnya satu momen kecil mengubah segalanya: Ruben Loftus-Cheek mencetak gol saat Milan pertama kali benar-benar ramai di kotak penalti.

Masalahnya, setelah itu pertandingan justru makin kacau:

  • Gol sempat dianulir
  • Penalti gagal
  • Tekanan tuan rumah meningkat

Sepak bola memang sering berubah hanya dalam beberapa menit.

Gelandang Samuel Ricci bahkan bilang laga ini mungkin bukan tontonan paling indah. Dan dia benar.

Setelah penalti gagal, momentum sempat berpindah. Pisa menyamakan tekanan dan memperkecil jarak lewat gol Felipe Loyola.

Untungnya pengalaman berbicara. Di menit akhir, Luka Modrić muncul dengan gol penentu kemenangan — momen veteran yang sering jadi pembeda tim papan atas dan tim biasa.

Tiga Poin yang Terasa Lebih Besar

Kemenangan ini membuat Milan tetap menempel ketat rival sekota mereka, Inter Milan, di papan atas klasemen Serie A.

Kadang gelar juara bukan dimenangkan lewat pesta gol 4-0, tapi lewat malam sulit seperti ini:
main jelek sedikit, banyak salah, tapi tetap pulang membawa tiga poin.

Sementara bagi Pisa, kekalahan ini makin memperpanjang periode berat mereka di zona degradasi.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka