Jakarta (KABARIN) - Menjelang perayaan Imlek 2026, suasana Ibu Kota bukan hanya dihiasi lampion dan ornamen merah, tapi juga kesiapsiagaan aparat demi memastikan semuanya berjalan aman dan khidmat.
Polda Metro Jaya menyiagakan total 1.919 personel gabungan untuk mengamankan rangkaian ibadah dan perayaan Tahun Baru Imlek di wilayah hukumnya.
Bukan angka kecil. Ini adalah bentuk komitmen agar masyarakat Tionghoa bisa beribadah dan merayakan Imlek dengan rasa tenang.
Kekuatan pengamanan terdiri dari personel kepolisian, TNI, hingga unsur pemerintah daerah.
Rinciannya melibatkan anggota Polda Metro Jaya, jajaran Polres, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.
Semua bergerak dalam satu pola pengamanan terpadu — dari lokasi ibadah, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, sampai titik-titik keramaian yang biasanya dipadati pengunjung saat Imlek.
Fokus di 165 Vihara
Pengamanan secara khusus difokuskan pada 165 vihara yang tersebar di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Petugas akan melakukan:
- Penjagaan langsung di lokasi
- Sterilisasi sebelum ibadah dimulai
- Pengaturan lalu lintas
- Patroli rutin di sekitar area
Langkah ini dilakukan agar suasana ibadah tetap aman dan khidmat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan tetap humanis dan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.
Antisipasi Kepadatan dan Layanan 24 Jam
Selain pengamanan fisik, rekayasa lalu lintas situasional juga disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, terutama saat jam ibadah dan puncak kunjungan.
Masyarakat juga diimbau untuk ikut menjaga situasi tetap kondusif dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
Jika membutuhkan bantuan, layanan darurat 110 tetap aktif selama 24 jam.
Karena perayaan Imlek bukan hanya soal tradisi dan kebersamaan, tapi juga tentang rasa aman yang membuat setiap doa dan pertemuan terasa lebih tenang.
Sumber: ANTARA