Jember, Jawa Timur (KABARIN) - Sebagian warga Kabupaten Jember dan Bondowoso, Jawa Timur yang tergabung dalam jamaah Pondok Pesantren Mahfilud Dluror mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan lebih awal, yakni pada Selasa.
Pengasuh Pondok Pesantren Mahfilud Dluror KH Ali Wafa menyampaikan bahwa rangkaian ibadah Ramadhan sudah dimulai sejak malam sebelumnya.
"Kami sudah menjalankan ibadah shalat tarawih pada Senin (16/2) malam dan mulai hari ini kami berpuasa yang diikuti seluruh jamaah dan alumni, serta warga yang berada di sekitar pondok pesantren yang jumlahnya mencapai ribuan warga," kata KH Ali Wafa di Jember, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa penetapan awal puasa dilakukan berdasarkan keyakinan yang menggunakan sistem khumasi, yakni metode perhitungan yang bersumber dari kitab Nushatul Majaalis karya Syeh Abdurrohman As Shufuri As Syafi'i dan telah digunakan selama kurang lebih 198 tahun.
"Sistem penghitungan khumasi, yakni penentuan awal puasa tahun ini bisa dengan cara menghitung lima hari dari awal puasa tahun sebelumnya, sehingga awal Ramadhan tahun depan juga sudah dapat ditentukan," tuturnya.
Dengan metode tersebut, awal Ramadhan 1447 Hijriah bagi jamaah di lingkungan Ponpes Mahfilud Dluror yang berada di wilayah perbatasan Jember dan Bondowoso jatuh pada Selasa.
Penentuan ini tidak menggunakan metode hisab dan rukyat seperti yang diterapkan pemerintah dan Muhammadiyah, karena pesantren tersebut tetap berpegang pada kitab salaf Nushatul Majaalis wa Muntahobul Nafaais yang telah diterapkan sejak 1826.
KH Ali Wafa juga berharap perbedaan penetapan awal puasa dapat disikapi secara bijak oleh umat Islam.
"Kami berharap perbedaan penetapan awal puasa di Pesantren Mahfilud Dluror tersebut juga dihargai umat Muslim lainnya dengan keyakinan masing-masing dan selama ini tidak ada masalah karena perbedaan bisa menjadi rahmat bagi umat Muslim.
Sementara itu, Muhammadiyah melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu (18/2).
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama dijadwalkan menggelar sidang isbat pada Selasa sore sebagai forum resmi penentuan awal Ramadhan bagi umat Islam di Indonesia, yang diawali dengan pemaparan posisi hilal berdasarkan data hisab.
Sumber: ANTARA