Ribuan Jamaah Padati Klenteng Boen Tek Bio Saat Perayaan Imlek 2026

waktu baca 2 menit

Isi doa biasanya berbeda-beda. Anak muda biasanya berdoa soal jodoh, sementara para pengusaha memohon kelancaran usaha. Tidak ada doa yang baku...

Tangerang (KABARIN) - Perayaan Imlek 2026 di Klenteng Boen Tek Bio terasa begitu hidup. Sejak 16 hingga 17 Februari, ribuan umat datang bergantian untuk beribadah, membawa doa dan harapan baru di awal tahun.

Aroma hio yang terbakar memenuhi udara, menciptakan suasana khusyuk sekaligus hangat. Satu per satu jamaah melangkah masuk, menyalakan hio sebagai simbol penghormatan dan penyampaian doa, lalu bersujud di hadapan altar.

Menurut Humas klenteng, Soey Hong, ritual sembahyang dilakukan secara berurutan. Dimulai dari penghormatan kepada Tian (Tuhan Yang Maha Esa), kemudian Buddha, hingga para dewa yang dipuja di dalam klenteng—sekitar 15 patung altar yang menjadi pusat doa umat.

Doa yang Personal, Harapan yang Beragam

Menariknya, tak ada doa yang baku. Setiap orang membawa harapannya masing-masing.

Anak muda biasanya berdoa soal jodoh dan masa depan. Para pengusaha memohon kelancaran usaha. Ada pula yang meminta kesehatan, kedamaian keluarga, hingga rezeki yang lebih baik di tahun yang baru.

Semua mengalir secara personal, sesuai kebutuhan dan keyakinan masing-masing.

Tahun Kuda Api: Semangat dan Tantangan

Tahun ini memasuki Tahun Kuda Api—yang dimaknai sebagai tahun penuh tantangan. Api bertemu api, sebuah simbol yang diartikan sebagai energi besar namun juga perlu kewaspadaan.

Karena itu, umat dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam bersikap, menjaga emosi, serta memperbanyak ibadah. Di sisi lain, Tahun Kuda Api juga dipercaya membawa semangat persaingan dalam dunia usaha.

Keberuntungan diyakini akan berpihak pada mereka yang bekerja cepat, profesional, dan tekun. Energinya dinamis, penuh pergerakan—seperti karakter kuda itu sendiri.

Menanti Cap Go Meh dan Harmoni Kota

Aktivitas ibadah diperkirakan berlangsung hingga hari ketiga perayaan Imlek. Setelah itu, rangkaian perayaan akan ditutup dengan tradisi Cap Go Meh yang digelar dua pekan setelah Imlek.

Di balik semua ritual dan kemeriahan, ada satu harapan yang terus digaungkan: menjaga keharmonisan dengan masyarakat sekitar.

Kerukunan antarumat beragama dan kebersamaan lintas latar belakang menjadi fondasi penting terciptanya suasana damai di Kota Tangerang.

Di tengah gemerlap lilin dan asap hio yang membumbung, Imlek bukan hanya soal tradisi—tetapi juga tentang harapan, kerja keras, dan hidup berdampingan dalam harmoni.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka