Unik dan Penuh Makna, Tradisi Keramas Bareng di Tangerang Jelang Ramadhan

waktu baca 2 menit

Mereka kumpul bersama. Usai keramas bareng, mereka saling maaf-maafan dan mendoakan agar ibadah Ramadhan yang dijalani nanti berjalan lancar

Tangerang (KABARIN) - Menjelang datangnya bulan suci, suasana di bantaran Sungai Cisadane terasa berbeda. Ratusan warga Kelurahan Babakan berkumpul, bukan sekadar untuk mandi bersama, tetapi untuk menjalankan tradisi turun-temurun: keramas bareng jelang Ramadhan.

Tradisi ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Babakan selama puluhan tahun. Dari anak-anak hingga orang tua, semua ikut ambil bagian. Bukan hanya membersihkan rambut, tetapi juga menyucikan hati.

Menurut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, kegiatan ini dimaknai sebagai momentum untuk membersihkan diri sebelum memasuki bulan puasa, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Lebih dari Sekadar Mandi Bersama

Keramas bareng bukan sekadar ritual fisik. Ada nilai spiritual dan sosial yang kuat di dalamnya.

Usai berkeramas di sungai, warga biasanya saling berjabat tangan, bermaaf-maafan, dan mendoakan satu sama lain agar ibadah Ramadhan berjalan lancar. Suasana penuh kehangatan terasa di setiap sudut.

Tradisi ini rutin digelar oleh warga RW 01 dan RW 02 Kelurahan Babakan setiap tahun. Meski zaman terus berubah, kebiasaan ini tetap dijaga sebagai warisan budaya yang hidup.

Bersih Lahir dan Batin Sambut Ramadhan

Bagi masyarakat setempat, keramas bareng menjadi simbol kesiapan menyambut Ramadhan dengan kondisi bersih lahir dan batin. Ada pesan sederhana namun mendalam: sebelum menahan lapar dan dahaga, bersihkan dulu diri dan hati.

Tradisi ini juga menjadi sarana edukasi sosial dan keagamaan, mengingatkan masyarakat untuk semakin rajin beribadah, memperbanyak amal, dan memperkuat kebersamaan.

Di tengah modernitas kota, tradisi di Kota Tangerang ini menjadi bukti bahwa nilai gotong royong dan spiritualitas tetap hidup dan dirawat bersama.

Keramas bareng di Cisadane bukan hanya tentang air dan sampo. Ia adalah tentang kebersamaan, maaf yang diucapkan dengan tulus, dan harapan baru menyambut bulan suci.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka