Menkes Sebut Butuh Rp529,3M untuk Perbaiki Ribuan Faskes di Sumatera

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa pemerintah membutuhkan dana sebesar Rp529,3 miliar untuk memperbaiki sekitar 3.000 fasilitas kesehatan (faskes) yang terdampak bencana di Sumatera. Targetnya, seluruh layanan kesehatan bisa kembali pulih 100 persen dan siap beroperasi penuh pada Maret 2026.

Hal itu disampaikan Budi dalam rapat bersama DPR di Jakarta, Rabu, terkait percepatan pemulihan daerah Sumatera pascabencana.

"Yang pertama adalah, alhamdulillah seluruh rumah sakit, seluruh puskesmas sudah beroperasi sekarang. Kita tinggal 21 pustu, dari ribuan fasilitas kesehatan," kata Budi.

Artinya, sebagian besar layanan kesehatan sebenarnya sudah kembali berjalan. Namun, masih ada sejumlah fasilitas yang butuh perbaikan total agar bisa berfungsi maksimal.

Budi menjelaskan, surat permohonan bantuan dana sudah diajukan ke Presiden Prabowo Subianto pada 20 Januari 2026. Saat ini, Kementerian Kesehatan tinggal menunggu percepatan persetujuan pencairan anggaran tersebut.

Tak hanya untuk renovasi faskes, Kemenkes juga membutuhkan tambahan dana untuk memperbaiki sekitar 8.800 rumah tenaga kesehatan yang terdampak bencana.

Data tenaga kesehatan yang membutuhkan bantuan itu, kata Budi, sudah diverifikasi bersama Kementerian Dalam Negeri. Sekarang prosesnya tinggal menunggu pencairan dana. Ia berharap dana tersebut bisa cair sebelum Lebaran 2026.

"Agar rumahnya bisa diperbaiki dan mereka bisa tenang tinggal di rumah sebelum Lebaran ini agar mereka bisa bekerja kembali," katanya.

Dalam rapat yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut usulan tersebut bisa dimasukkan sebagai belanja Kementerian dan Lembaga melalui Tim Satgas Bencana.

"Jadi tinggal masukin ke sana aja, prosedurnya seperti itu. Ke Bappenas, ke Tim Satgas. Ya sudah, keluar," kata Purbaya.

Ia juga menambahkan bahwa dari total anggaran awal pemulihan pascabencana sebesar Rp50-60 triliun, masih tersedia sisa dana yang cukup besar.

Sebelumnya, Budi memang menargetkan seluruh layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana di Sumatera bisa beroperasi penuh pada Maret 2026. Selain mengandalkan anggaran pemerintah, Kemenkes juga membuka donasi untuk membantu pemenuhan alat kesehatan yang dibutuhkan, seperti mesin x-ray.

Tak cuma fokus pada gedung dan alat kesehatan, pemerintah juga mengejar rehabilitasi dan rekonstruksi rumah para tenaga medis dan tenaga kesehatan yang terdampak. Harapannya, mereka bisa kembali bekerja dengan tenang dan layanan kesehatan untuk masyarakat benar-benar pulih tanpa hambatan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka