Jakarta (KABARIN) - Rupiah buka perdagangan Rabu di Jakarta dengan catatan melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.855 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.837 per dolar AS.
Analis dari Doo Financial Futures Lukman Leong bilang pelemahan rupiah terjadi karena pejabat Federal Reserve atau The Fed bikin pernyataan yang bersikap "hawkish" alias menunjukkan sinyal tetap ketat soal suku bunga.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang menguat oleh pernyataan hawkish dari pejabat-pejabat The Fed, Barr dan Dally semalam,” ujar Lukman.
Mary Daly, Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco, menyebut inflasi masih harus diturunkan karena belum sesuai target dan kondisi lapangan kerja masih naik-turun.
Sementara Michael Barr, Deputi Gubernur The Fed, bilang suku bunga kemungkinan besar bakal tetap stabil untuk beberapa waktu ke depan.
Mengutip Xinhua, CME FedWatch Tool melaporkan peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan FOMC bulan Maret 2026 naik jadi 94 persen dari sebelumnya sekitar 80 persen.
Di sisi domestik, investor juga menunggu kemungkinan langkah dovish dari Bank Indonesia pada pertemuan Kamis 19 Februari.
“BI diperkirakan akan mempertahankan suku bunga karena rupiah yang masih tertekan akhir-akhir ini,” kata Lukman.
Dengan kondisi ini, rupiah diperkirakan bakal bergerak di kisaran Rp16.800 sampai Rp16.900 per dolar AS.
Sumber: ANTARA