Jakarta (KABARIN) - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan penyelenggaraan ibadah haji untuk tahun 2026 harus tetap berjalan meski situasi geopolitik di dunia tengah dinamis.
“Dengan situasi geopolitik global seperti ini, apa pun masalah atau hal terkait dengan ibadah itu harus tetap bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” kata Puan usai memimpin Rapat Paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis.
Puan menambahkan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji harus melakukan evaluasi, mitigasi, dan antisipasi terhadap kondisi di Timur Tengah.
“Tentu saja DPR RI melalui komisi terkait akan melakukan kajian, evaluasi dan hal-hal yang harus dilakukan dengan situasi,” ujarnya.
Ia menekankan negara harus memastikan keselamatan dan kenyamanan bagi jamaah haji Indonesia yang tetap melaksanakan ibadah di Tanah Suci.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memastikan Pemerintah Arab Saudi memberikan jaminan keamanan bagi jamaah umrah meski terjadi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
“Kondisi keamanan di wilayah Arab Saudi, khususnya di Jeddah, Makkah, dan Madinah, dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Jamaah umrah yang saat ini berada di wilayah tersebut tetap dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan tanpa gangguan berarti,” kata Menhaj.
Ia juga menambahkan bahwa eskalasi konflik telah memengaruhi stabilitas keamanan regional dan aktivitas transportasi udara internasional, dengan beberapa negara menutup ruang udara di jalur penerbangan menuju Teluk.
Sumber: ANTARA