Jakarta (KABARIN) - Dokter spesialis psikiatri subspesialis psikiatri adiksi Dr. dr. Kristiana Siste, SpKJ(K) menyampaikan tanda-tanda orang mulai kecanduan judi online, termasuk di antaranya menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berjudi.
Berdasarkan International Statistical Classification of Diseases 11th Revision (ICD-11) Organisasi Kesehatan Dunia terkait dengan adiksi, ia menyebutkan bahwa gejala kecanduan judi salah satunya kehilangan kontrol terhadap perilaku berjudi.
"Artinya tidak mengenal pagi, siang, sore dia sudah bermain judi. Tidak mengenal uangnya sudah habis, dia akan mati-matian untuk mencari uang buat bermain judi. Bahkan sampai ada tindakan kriminal, misalnya mencuri atau mengambil uang, barang orang lain," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Kepala Departemen Psikiatri Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta itu mengatakan, individu yang kecanduan judi juga menjadikan judi sebagai prioritas, sehingga rela menghentikan aktivitas yang lain demi berjudi.
"Ada yang sambil naik motor, terus dia minggir dulu untuk melihat website-nya, untuk bermain dulu sebentar terus melanjutkan perjalanan lagi," katanya.
"Sudah jarang keluar rumah karena mereka yang kecanduan biasanya bermain judi itu dia sendiri, tidak lagi main bareng," ia menambahkan.
Menurut dia, individu yang sudah kecanduan berjudi akan tetap meneruskan dan bahkan meningkatkan kegiatan berjudi, baik intensitas bermain maupun taruhannya, meskipun sudah mengalami kerugian nyata.
"Yang tadinya cuma tiga jam bermain judi, jadi sepanjang waktu, 18 jam bermain judi. Ada jam-jam gacor kan yang mereka tahu, itu jadi semakin meningkat perilakunya," katanya.
Kristiana menyampaikan, kesenangan berlebihan yang muncul ketika mendapat kemenangan merupakan salah satu faktor yang membuat orang kecanduan berjudi.
Ia mencontohkan, permainan judi slot menampilkan visual serta suara penanda kemenangan yang dapat memicu peningkatan zat kimia di dalam otak yang disebut dopamin.
"Slot itu kan ada warna-warni yang cerah, pecahan, suara gemericik koin, ada scatter-nya perkalian 2.000, 50.000. Jadi itu meningkatkan zat kimia di dalam otak kita namanya dopamin, ini membuat rasa senang yang berlebihan kalau dia dalam keadaan yang tinggi," ia menjelaskan.
Dopamin juga bisa meningkat ketika orang berolahraga atau menikmati makanan yang lezat, tetapi peningkatannya tidak setinggi dan seintens saat orang berjudi atau melakukan perilaku berisiko seperti menyalahgunakan narkoba.
Kristiana mengatakan bahwa lonjakan dopamin menimbulkan rasa senang yang kuat, dan membentuk memori di otak bahwa berjudi memberikan kebahagiaan.
Kemenangan dalam berjudi, menurut dia, juga bisa memunculkan keyakinan bahwa berjudi merupakan cara mudah untuk memperoleh uang.
Selain itu, kemenangan dalam perjudian bisa menghadirkan ilusi kendali, membuat orang merasa memiliki keahlian. Padahal, kemenangan dalam perjudian hanya masalah peluang.
"Menangnya enggak seberapa, tapi dia merasa 'aku tidak dalam keadaan jago, tidak punya skill aja bisa menang'," kata Kristiana.
"Tidak semua orang yang bermain judi online berakhir di kecanduan. Tapi, memang sangat berisiko tinggi mengalami kecanduan kalau sudah ada tiga hal tadi," demikian dr. Kristiana Siste.
Sumber: ANTARA