Oto

Tips Mudik Aman dan Nyaman Menggunakan Motor Listrik

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Mudik menggunakan sepeda motor listrik mulai jadi pilihan menarik, terutama karena lebih hemat dan ramah lingkungan. Meski begitu, perjalanan jarak jauh dengan kendaraan ini tetap butuh persiapan ekstra agar tetap aman dan nyaman di jalan.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan bahwa kunci utama mudik dengan motor listrik terletak pada perencanaan yang matang, mulai dari rute perjalanan, manajemen daya baterai, hingga kondisi fisik pengendara.

"Jika kita ingin mencoba mengendarai sepeda motor listrik untuk mudik, ini jelas bakal menghadirkan tantangan tersendiri, persiapan yang matang sebelum berangkat tentu menjadi kunci untuk perjalanan yang nyaman minim kendala," kata dia saat dihubungi dari Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa hal paling penting yang harus dipahami adalah jenis sistem baterai pada motor listrik yang digunakan. Untuk motor dengan sistem tukar baterai atau battery swap, pemudik wajib mengetahui lokasi stasiun penukaran baterai di sepanjang rute. Jika titik penukaran tidak jelas dari awal hingga tujuan, penggunaan motor jenis ini sebaiknya dihindari karena berpotensi menyulitkan di perjalanan.

Sementara itu, untuk motor listrik dengan sistem pengisian daya, perencanaan waktu pengisian menjadi krusial. Pengendara juga perlu menghitung jarak tempuh riil yang umumnya 20–30 persen lebih pendek dari klaim pabrikan. Untuk mengantisipasi kendala, disarankan membawa charger portable serta adaptor yang sesuai.

Menurut Yannes, gaya berkendara juga sangat memengaruhi efisiensi baterai. "Demi efisiensi baterai, hindari berkendara dengan throttle penuh terus-menerus, karena dapat memicu limp mode akibat overheat," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penggunaan throttle secara penuh dalam waktu lama dapat menyebabkan motor mengalami panas berlebih hingga masuk ke mode perlindungan atau limp mode. Dalam kondisi ini, tenaga dan kecepatan motor akan dibatasi sehingga performa menurun. Jika hal tersebut terjadi, pengendara disarankan menepi dan menunggu hingga suhu motor kembali normal sebelum melanjutkan perjalanan.

Selain itu, pengendara juga dianjurkan memanfaatkan fitur regenerative braking, jika tersedia, untuk membantu memperpanjang jarak tempuh baterai.

Yannes juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi jalan, terutama saat hujan. Meski sebagian motor listrik telah memiliki standar ketahanan air, pengendara tetap disarankan menghindari genangan tinggi yang berisiko merusak komponen penting seperti controller atau konektor baterai.

"Penting juga kita mewaspadai kondisi basah, meski motor memiliki rating tahan air IP67, dengan menghindari menerabas genangan tinggi yang bisa merendam controller atau konektor baterai sepeda motor kita," ujarnya.

Di luar aspek teknis, ia menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Persiapan kendaraan sebaiknya dilakukan jauh sebelum keberangkatan, disertai perencanaan rute alternatif serta waktu cadangan untuk mengantisipasi kemacetan maupun antrean pengisian daya.

"Terlepas dari jenis kendaraan yang kita gunakan, prinsip keselamatan tetap menjadi yang utama. Kondisi fisik pengemudi sama pentingnya dengan kondisi kendaraan, memastikan istirahat yang cukup sebelum dan selama perjalanan adalah investasi keselamatan yang tak ternilai," kata Yannes.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka