Bahrain Gagalkan 130 Rudal dan 234 Drone Sejak Iran Balas Serangan AS-Israel

waktu baca 2 menit

Istanbul (KABARIN) - Militer Bahrain mengumumkan mereka berhasil mencegat 130 rudal dan 234 drone yang diluncurkan dari Iran ke wilayahnya sejak ketegangan meletus di kawasan Teluk Persia.

Dalam pernyataannya Rabu, pihak angkatan bersenjata mengatakan sistem pertahanan udara mereka terus menghadang serangan bertubi-tubi dari Iran sekaligus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada demi keselamatan.

Warga diminta menjauhi lokasi yang rusak atau benda mencurigakan dan tidak merekam operasi militer yang sedang berlangsung maupun titik jatuhnya puing rudal.

Militer juga menekankan pentingnya mengikuti informasi dari sumber resmi dan memantau saluran komunikasi pemerintah untuk mendapat peringatan atau instruksi terbaru.

Dalam pernyataan yang sama, angkatan bersenjata Bahrain menegaskan peluncuran rudal balistik dan drone ke fasilitas sipil dan properti pribadi adalah pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Serangan itu dianggap sebagai ancaman langsung bagi perdamaian dan keamanan kawasan, kata militer Bahrain.

Ketegangan di Teluk Persia meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama ke Iran pada 28 Februari yang dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas agresi itu dengan serangan drone dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, serta beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Serangan balasan Iran menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan internasional.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka